detikNews
Minggu 14 April 2019, 16:13 WIB

Film 'Suara April', Ajakan KPU Nyoblos di Pemilu 2019

Ristu Hanafi - detikNews
Film Suara April, Ajakan KPU Nyoblos di Pemilu 2019 Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menayangkan film 'Suara April' di Yogyakarta. Film yang disutradarai oleh Emil Heradi dan Wicaksono Wisnu Legowo ini berisi ajakan kepada pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

"Kami ingin menjangkau pemilih milenial, pemilih pemula, pemilih muda, yang jumlahnya di Pemilu 2019 ini sangat besar sekali. Dengan pendekatan dan bahasa yang mereka pahami, ini mudah-mudahan pesan-pesan kepemiluan ini bisa lebih nyambung," Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi di sela pemutaran film 'Suara April' di XXI Ambarrukmo Plaza, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (14/4/2019).

Film 'Suara April' ini menceritakan keseharian dan persoalan penyelenggaraan Pemilu di masyarakat, reaksi masyarakat soal politik.

"Pesan film ini tak sebatas untuk Pemilu 2019, tapi juga bisa berlaku untuk Pilkada dan Pemilu-Pemilu berikutnya karena ada rencana menayangkan di televisi dan layar tancep di daerah. Sehingga pesan kepemiluan bisa menjangkau hingga masyarakat paling bawah," terang Pramono.

Film 'Suara April' hari ini serentak ditayangkan di bioskop-bioskop di puluhan kota, di antaranya Yogyakarta, Makassar, Surabaya, Pontianak dan Semarang.

Dengan ditayangkannya film ini, KPU berharap pemilih milenial atau pemilih muda bisa tergugah untuk menggunakan hak pilihnya.
Film 'Suara April' tayang di YogyakartaFilm 'Suara April' tayang di Yogyakarta Foto: Ristu Hanafi/detikcom

"Selama ini kesan di publik, bahwa pemilih milenial itu apatis, tak peduli dengan persoalan sosial politik yang padahal itu sangat penting bagi masa depan bangsa negara. Sehingga penting bagi kita menggugah kesadaran mereka untuk berkontribusi memperbaiki persoalan bangsa dan negara dengan menggunakan hak pilihnya khususnya pada 17 April nanti," imbuh Pramono.

KPU mencatat pemilih pemula dan pemilih muda berjumlah sekitar 40 persen dari total DPT nasional.

"40 persen kali jumlah DPT sekitar 192 juta, banyak sekali. Target KPU secara nasional jumlah partisipasi seluruh kategori pemilih mencapai 77,5 persen dari DPT, meningkat dari tahun 2014 targetnya 75 persen tingkat partisipasi pemilih," pungkas Pramono.


Tonton video Ribut-ribut Pemilu di TPS Sydney, Ada Apa?:

[Gambas:Video 20detik]


(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed