DetikNews
Senin 25 Maret 2019, 19:08 WIB

Anggaran Terbatas,TPST Piyungan Belum Terpenuhi Tuntutan Warga

Pradito Rida Pertana - detikNews
Anggaran Terbatas,TPST Piyungan Belum Terpenuhi Tuntutan Warga Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - Warga Ngablak, Sitimulyo kembali memblokir akses menuju TPST Piyungan Bantul. Hal itu dilakukan karena belum dipenuhinya tuntutan warga.

Terkait tuntutan tersebut, pihak TPST terkendala keterbatasan anggaran dan saat ini sedang berusaha mengusulkan tuntutan warga ke padapihak terkait agar terealisasi.

"Memang belum semua permintaan warga bisa kami penuhi, karena soal (pengaspalan) jalan saja kami hanya dianggarakan Rp 500 juta. Anggaran segitu hanya bisa untuk mengaspal jalan 100 meter, padahal tuntutannya 2 kilometer," ujar Kepala Seksi (Kasie) Pengelolaan TPST Piyungan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Imam Sugiono kepada wartawan, Senin (25/3/2019).

Kendati terbentur masalah anggaran, Imam menyebutkan pengaspalan jalan di area TPST segera dilakukan pada bulan April mendatang. Selain pengaspalan jalan, Imam menuturkan bahwa Dinas PUP-ESDM DIY akan membangun talud di TPST agar sampah yang menumpuk tidak membeludak ke pemukiman warga.

"Pembuatan talud di dalam (TPST) dari cipta karya (Dinas PUP-ESDM DIY), rencananya juga akan membuat jalan di badan sampah (TPST) biar bisa ke tengah (Dermaga sampah). Jadi buat jalan lebarnya 12 meter dan nggak pakai jalan umum lagi, rencana dari Cipta Karya begitu," ujar Imam.

"Dan untuk (pembangunan) talud rencananya tahun ini, taludnya sepanjang 400 meter dan setinggi 5 meter, lokasi di dalam area sampah biar sampah di dalam nggak turun (ke pemukiman warga saat membeludak). Kalau jalannya direncanakan tahun 2020, dari Cipta Karya seperti itu," imbuhnya.
Anggaran Terbatas,TPST Piyungan Belum Terpenuhi Tuntutan WargaFoto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Imam menambahkan akses jalan menuju tengah dermaga TPST rencananya memiliki lebar 12 meter. Selain itu, Dinas PUP-ESDM DIY berencana melakukan perluasan dermaga pembuangan sampah yang semula hanya 25 meter persegi akan menjadi 50 meter persegi.

"Kalau drainase, kemarin dari Bappeda DIY sudah meninjau untuk pembuatan drainase, karena di sini (TPST Piyungan) belum ada (drainase). Tapi realisasinya kapan saya belum tahu," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan telah mendengar kabar penutupan TPST Piyungan. Menurutnya, penutupan itu belum berpengaruh terhadap adanya penumpukan sampah di Kabupaten Bantul.

"Untuk sementara sampah dikelola di depo dan TPS di Bantul, masih aman terkendali," ujar Ari saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Senin (25/3/2019) malam.

Kendati penumpukan sampah di Bantul masih berada dalam batas aman, Ari berharap TPST Piyungan dapat dibuka kembali. Mengingat tidak selamanya TPS di Bantul dapat menampung sampah-sampah.

"Harapannya TPA (TPST) Piyungan segera beroperasi normal kembali," katanya.

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed