DetikNews
Jumat 15 Maret 2019, 21:20 WIB

Zulfirmansyah Korban Penembakan di New Zealand Dikenal Taat Beribadah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Zulfirmansyah Korban Penembakan di New Zealand Dikenal Taat Beribadah Zul bersama anaknya. (Foto: dok, Arsip Sakato Art Community)
Yogyakarta - Korban penembakan di New Zealand, Zulfirmansyah, dikenal teman-temannya sebagai pribadi yang taat beribadah. Selama di Yogya, perupa asal Padangi, Sumatera Barat, tersebut aktif dalam komunitas Sakato.

Teman satu komunitas Zulfirmansyah, Hamdan, mengenal Zulfirmansyah sejak mengenyam bangku sekolah di SMSR Padang. Setelah lulus Sekolah, ia dan Zulfirmansyah melanjutkan pendidikan di ISI Yogyakarta.

"(Kenal Zulfirmansyah) sudah lama sejak sekolah di SMSR Padang, satu sekolah. Tapi akrabnya pas di sini (ISI dan komunitas Sakato). Dia senior saya, tepatnya dua tahun di atas saya," papar Hamdan, Jumat (15/3/2019) malam.


Menurut Hamdan, keseharian Zulfirmansyah termasuk perupa yang sederhana. "Orangnya ya biasa saja sih. Tapi alhamdulillah dia suka beribadah ke masjid," ucapnya.

Sejauh ini Zulfirmansyah masih tercatat sebagai anggota aktif di Sakato Art Community. Bahkan, ia menyebut bahwa setelah lulus dari ISI Yogya, Zulfirmansyah masih aktif melukis hingga saat ini. "Masih aktif (melukis)," ujar Hamdan.

Lebih lanjut, aktivitas seni yang dilakukan Zulfirmansyah memang kebanyakan dihabiskan di Yogyakarta. Meski demikian, Hamdan mengatakan bahwa Zulfirmansyah beberapa kali sempat pulang ke kampung halamannya.


"Setelah lulus itu dia di Yogya saja, tapi sempat beberapa tahun pulang ke Padang dan ke Yogya lagi. Di sini (Yogya) setelah menikah tinggal sama istrinya, kalau keluarganya di Padang," katanya.

Terkait peristiwa yang dialami oleh Zulfirmansyah, Hamdan mengungkapkan rasa prihatinnya. "Kalau kondisi terkini belum tahu, tapi kalau info dari grup (chat Sakato) tadi kritis," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zulfirmansyah bersama anak semata wayangnya merupakan WNI yang termasuk menjadi korban kebrutalan penembakan membabi buta di sebuah masjid di New Zealand. Keduanya kini dikabarkan dalam kondisi kritis di rumah sakit.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed