detikNews
Kamis 14 Februari 2019, 18:59 WIB

Peneliti UGM Buat Mesin Pencacah Plastik Diklaim Berdaya Rendah

Usman Hadi - detikNews
Peneliti UGM Buat Mesin Pencacah Plastik Diklaim Berdaya Rendah Mesin pencacah plastik buatan peneliti UGM. Foto: Dok Gumas UGM
Sleman - Tim peneliti dari Departemen Teknin Mesin dan Industri, Fakultas Teknik (FT), UGM berhasil membuat mesin pencacah kantong plastik. Dengan mesin ini sampah plastik bisa diubah menjadi bahan campuran aspal.

"Hasil cacahan plastik tersebut bisa digunakan sebagai bahan daur ulang plastik yang digunakan oleh pabrik daur ulang plastik, dan juga sebagai bahan campuran aspal," ujar ketua tim peneliti, Muslim Mahardika, Kamis (14/2/2019).

Muslim tak sendirian dalam membuat mesin pencacah kantong plastik tersebut. Di antara yang terlibat ada Dekan Fakultas Teknik, Nizam dan peneliti lainnya seperti Rachmat Sriwijaya, Sigiet Haryo Pranoto, serta Fajar Yulianto Prabowo.


Dijelaskannya, mesin pencacah kantong plastik ini mulai dikembangkan sejak awal tahun 2018. Bermula dari permintaan Kementerian PUPR akhirnya mesin ini dibuat, dan kini mesin tersebut telah diproduksi massal oleh salah satu BUMN, PT Barata Indonesia.

"Dengan mesin ini bisa menghasilkan cacahan plastik kresek yang bisa disesuaikan kebutuhan, ukuran cacahan bisa disetel 1-4 milimeter. Sedangkan pada mesin pencacah plastik di pasaran bisanya menghasilkan ukuran sekitar 0,5 cm," ungkapnya.

Muslim menuturkan, mesin pencacah kantong plastik ini memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya mesin ini berdaya rendah sebesar 2-5 PH dengan 1 PH setara 745,7 watt. Sementara mesin yang di pasaran biasanya berdaya antara 7-10 PH.

Tim peneliti, lanjut Muslim, sementara membuat tiga tipe mesin pencacah kantong plastik. Pertama mesin berkapasitas kecil antara 10-20 kilogram per jam, kedua kapasitas sedang 20-30 kilogram per jam, dan terakhir kapasitas 40-50 kilogram per jam.

Dia bersama tim peneliti berharap dengan inovasi yang dibuatnya ini bisa mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi sampah plastik yang sukar diurai. Selain itu, juga mendorong pengelolaan sampah plastik yang lebih baik di masa mendatang.
(ush/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed