DetikNews
Selasa 05 Februari 2019, 15:45 WIB

Kapolda DIY Larang Kampanye Pakai Knalpot Blombongan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kapolda DIY Larang Kampanye Pakai Knalpot Blombongan Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri di Gunungkidul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Konvoi kendaraan bermotor yang dilakukan simpatisan partai politik di Yogyakarta tak jarang menimbulkan suara berisik dan mengganggu masyarakat. Karena itu, Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri secara tegas melarang penggunaan knalpot blombongan.

"Mereka yang misalnya yang akan kampanye ya gunakan atribut-atribut, kendaraan (Boleh), tapi jangan sampai mengganggu masyarakat dengan kendaraan knalpot blombongan dan lain-lain, ini kan tidak bagus," ujar Dofiri usai meresmikan Masjid Baiturrahman di Polres Gunungkidul, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (5/2/2019).

"Jadi (silakan berkampanye) tapi dengan cara yang santun dan beradab," imbuhnya.

Disinggung mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pascabentrokan antar simpatisan Parpol di Yogyakarta beberapa hari lalu, Dofiri menyebut situasi kini sudah kondusif. Terlebih, saat ini polisi terus berupaya untuk meredam setiap kegiatan kampanye yang berpotensi ke arah bentrokan.


"Alhamdulilah secara keseluruhan...ya walaupun ada dinamika seperti kemarin, katakanlah deklarasi, kampanye dan lain-lain. Kalau ada kegiatan seperti itu akan kembali diingatkan dan mudah-mudahan bisa diredam, karena hal itu (bentrokan antar simpatisan parpol) juga tidak bagus," ucapnya.

Diketahui bersama, Acara 'Deklarasi Jogja Dukung Jokowi' sempat diwarnai aksi bentrok antar oknum yang diduga simpatisan parpol pada Minggu (27/1).


Diwawancara sebelumnya, Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menyampaikan bahwa polisi sudah bekerja maksimal dalam pengamanan konvoi dan acara tersebut. Dia juga menyayangkan pernyataan Sekretaris DPD PDIP DIY, Yuni Satia Rahayu yang mempertanyakan kinerja polisi saat ricuh itu terjadi.

"Kami sudah bekerja maksimal, semaksimal mungkin. Penggelaran pasukan, penggelaran personel juga sudah maksimal. Sehingga saya berharap (kritik) itu hanya keluar dari pernyataan pribadi, bukan dari pernyataan partai," jelasnya.


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed