DetikNews
Sabtu 12 Januari 2019, 16:48 WIB

Dugaan Perkosaan Mahasiswi UGM, Kuasa Hukum HS Berencana ke Maluku

Usman Hadi - detikNews
Dugaan Perkosaan Mahasiswi UGM, Kuasa Hukum HS Berencana ke Maluku Kuasa Hukum HS, Tommy Susanto. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Kuasa hukum terlapor dugaan perkosaan mahasiswi UGM berwacana akan berangkat ke lokasi kejadian di Maluku. Berikut ini pernyataannya.

"Saya baru tadi malam juga berpikir apa saya juga harus berangkat ke Maluku. Saya juga pengin lihat tempatnya, rumahnya, dan di mana pondok pria dan di mana pondok wanita," kata Kuasa Hukum HS, Tommy Susanto, Sabtu (12/1/2019).

"Tetapi saya melihat jadwal saya dulu. Kalau memang memenuhi saya akan berangkat. Syukur-syukur ketika (Polda DIY) melakukan rekonstruksi kalau diperbolehkan saya juga akan hadir," lanjutnya.

Namun, Tommy memiliki harapan besar agar penyidik menyelesaikan perkara ini. Dia mengatakan bahwa pihaknya ingin kasus kliennya terang benderang, tidak ada kronologi peristiwa yang dihilangkan.

"Kami berharap (penyidik) mempunyai konstruksi hukum, yang mana sebenernya kami sudah meyakini sejak awal bahwa perkosaan, pencabulan itu tidak terjadi," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Tommy membantah kliennya memperkosa di lokasi KKN di Pulau Seram, Maluku. Sebab, antara keduanya tidak ada hubungan badan. Tommy pun membeberkan kronologi versi terlapor.

"Harus saya katakan juga bahwa mbaknya (penyintas) itu, itu jelas-jelas masuk ke dalam kamar inisial HS, klien saya. Di mana sebenarnya pada waktu itu, di situ juga ada beberapa kamar. Kami mempertanyakan kenapa tidak masuk (kamar) teman-teman yang lain," tuturnya.

"(Misalnya) Menyatukan kamar-kamar (pria) jadi satu kamar, dan dia (penyintas) minta tolong (disediakan) satu kamar saja. Itu kami mempertanyakan itu, sebenarnya HS juga mempertanyakan itu, 'Kenapa dia (korban) harus masuk ke kamar saya, Pak?'," lanjutnya.

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan KKN tersebut antara pondokan pria dengan wanita terpisah. Sementara dalam kasus ini, kata Tommy, penyintas mendatangi pondokan pria dan ditemui oleh teman-teman HS, bukan HS.

"Mbaknya datang ke dalam pondoknya HS itu tidak ditemui oleh HS awalnya. HS di dalam lagi tidur. (Korban) Ditemui oleh beberapa teman-temannya (HS), dan pada waktu itu juga mau diantarkan pulang. Ternyata (korban) tidak mau, dan lebih memilih masuk ke dalam ke kamar HS," lanjutnya.

Sementara terkait apa yang terjadi di kamar tersebut, Tommy membantah kliennya memerkosa HS.

"Tolonglah HS ini jangan dikambinghitamkan. Perbuatan ini dilakukan berdua, di dalam satu ruangan. Maka kalau memang dirasa pihak dari kuasa hukum mbaknya menuntut untuk HS dipersangkakan sebagai pelaku, saya keberatan dengan hal itu," kata Tommy.

"Maka saya juga menuntut kepada pihak UGM jangan memberikan hukuman kepada HS saja. Karena perbuatan melanggar yang dirasa itu melanggar etika, itu dilakukan berdua," kata dia.


Tonton juga video 'KKN UGM Diguncang Skandal Dugaan Pelecehan Seksual':

[Gambas:Video 20detik]


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed