DetikNews
Minggu 16 Desember 2018, 19:47 WIB

Seorang Balita Tewas Setelah Hanyut di Sungai Serang Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Seorang Balita Tewas Setelah Hanyut di Sungai Serang Boyolali Ilustrasi. Foto: (Thinkstock)
Boyolali - Seorang balita, Putra Ari Widodo (3,5) tewas setelah hanyut di Sungai Serang, Kemusu, Boyolali. Jasadnya ditemukan tersangkut pohon di aliran sungai.

"Korban ditemukan tersangkut di pohon (alur sungai), kemudian ditolong warga dibawa ke bidan. Namun ternyata sudah meninggal dunia. Tubuh korban sudah kebiruan dan mulut mengeluarkan busa," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto kepada detikcom Minggu (16/12/2018).

Korban terbawa arus Sungai Serang di Dukuh Tegalsari, Desa Lemahireng, Kecamatan Kemusu, Boyolali. Saat kejadian, sungai yang menuju ke Waduk Kedung Ombo itu sedang banjir.


Kejadian bermula ketika korban yang tinggal di Dukuh Salam, Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu itu ikut orang tuanya menjenguk bibinya yang akan melahirkan. Namun ternyata sang bibi sudah dibawa ke bidan di Desa Guwo, Kecamatan Kemusu.

Orang tua korban pun menyusul ke bidan, sedangkan korban ditinggal di rumah bibinya di Dukuh Tegalsari, Desa Lemahireng.

"Sesampainya di rumah bidan, ibu korban ditanya oleh salah satu keluarganya, Robiyati (37), 'di mana anakmu?' Dijawab 'anak saya di rumah bude dan bermain dengan Yusuf dan Haikal'," katanya.

Saat Robiyati pulang, ternyata dia tak mendapati korban di rumah bibinya tersebut. Dia kemudian mencari korban ke sekitar rumah, tapi nihil.


Kemudian Robiyanti bersama keluarga lainnya mencari korban ke sungai yang berada di belakang rumah. Mereka kemudian menemukan jejak kaki anak kecil di pinggir sungai.

"Sekitar 200 meter dari rumah budenya, melihat korban sudah tersangkut di pohon. Kemudian langsung ditolong," jelasnya.

Petugas Polsek Kemusu yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kejadian.

"Polisi sampai di TKP ternyata korban sudah ditolong dan dibawa ke rumah Bu Bidan Juminem di Desa Guwo dan ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia," imbuh Willy.


Dari hasil pemeriksaan medis, lanjut dia, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

"Hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, ternyata anak tersebut (korban) hiperaktif dan suka bermain di sungai," jelasnya.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed