ADVERTISEMENT

383 Warga Jateng Transmigrasi ke Sumbar, Dapat Rumah dan 2 Ha Lahan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 10 Des 2018 16:05 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Sebanyak 383 orang yang berasal dari 24 daerah di Jawa Tengah hari ini diberangkatkan menuju Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Mereka mengikuti program transmigrasi dan mendapat fasilitas rumah serta lahan 2 hektar.

Bertempat di gedung Transito Transmigrasi, Tugu, Semarang, para transmigran itu dilepas oleh Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar mengatakan pihaknya sudah meninjau langsung lokasi transmigrasi tersebut.

"Saya sudah ke sana, saya senang dengan suasana alam yang sangat asri. Pesan saya, yang guyub," Kata Ganjar, Senin (10/12/2018).

Ganjar juga sempat berdialog dengan salah seorang transmigran asal Banjarnegara, Arif Wahidin (42). Ternyata Arif rela meninggalkan kegiatannya sebagai pedagang sembako dan memilih bercocok tanam di lokasi transmigrasi. Selain itu ia juga mengikuti jejak orangtuanya sebagai transmigran.

"Orangtua sudah 30 tahun transmigrasi di Sumatera Barat. Saya ingin tanam lada, kalau orang tua nanam sawit. Kalau nanti lada tidak berhasil ya sawit," kata Arif.

Transmigran lainnya, Salim asal Purwokerto mengatakan ia dan istri serta tiga anaknya juga memilih menggarap lahan di lokasi transmigrasi. Ia juga mengikuti jejak kakak perempuannya yang transmigrasi ke Riau.

"Sebelumnya buruh bangunan. Saya mau tanam sawit," ujarnya.


Sebanyak 383 orang yang diberangkatkan 138 di antaranya anak di bawah 15 tahun. Transmigran yang merupakan 100 kepala keluarga itu mendapat uang saku Rp 2,5 juta per kepala keluarga. Mereka juga akan mendiami rumah berukuran 6x6 meter serta lahan 2 hektar.

"Ada lahan 2 hektar per KK. Ini berbukit seperti di Dieng. Alat pertanian disiapkan, peralatan makan juga, diberi pakaian kerja," kata Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang.

Para transmigran sudah diberi pelatihan di Balai Besar Latihan Masyarakat di Yogyakarta sekitar sepekan. Untuk laki-laki diajarkan bercocok tanam dan perempuan diajarkan cara mengelolanya.

"Untuk akses pendidikan melekat, minimal SD dibangun. Untuk SMP harus jalan agak jauh, tapi jalannya lebar dan tahun 2019 akan diaspal," ujar Wika.


Ia menambahkan untuk tahun ini ada total 170 KK yang akan diberangkatkan ke berbagai daerah. Sebanyak 100 KK di antaranya merupakan dukungan APBD Jateng dan Kabupaten Sijunjung. Wika menjelaskan jika ada masyarakat yang berminat, maka bisa mendaftar di daerah masing-masing dengan syarat pendaftar maksimal usia 45 tahun dan nantinya akan diseleksi.

"Syarat kepala keluarga (berusia) 45 tahun maksimal, tapi kalau ada orang tuanya misal berumur 60 tahun mau ikut, tidak apa-apa," tandasnya. (alg/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT