ADVERTISEMENT

5 Pasutri Ikuti Pilkades Serentak di Kabupaten Semarang

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 29 Nov 2018 18:32 WIB
Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Sebanyak 411 orang bakal memperebutkan jabatan kepala desa di 140 desa di Kabupaten Semarang. Dari 411 calon kepala desa tersebut, ada lima pasangan suami istri (pasutri) yang akan berlaga dalam pemilihan kepala desa (pilkades) pada 9 Desember 2018, mendatang.

Berdasarkan data yang diperoleh detikcom, kelima pasutri yang bakal bertarung dalam Pilkades antara lain Muhammad Mujib dan Esti Robiah, Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, HM Niam dan Siti Roqiah, Desa Ketapang, Kecamatan Susukan

Berikutnya, Kholil dan Minarsih, Desa Regunung, Kecamatan Tengaran, Tarsono S dan Lestari, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tengaran serta Budi Wahono dan Rejiati, Desa Rejosari, Kecamatan Jambu.

Ketua Panitia Pojka Pilkades Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengatakan, Pilkades akan dilangsungkan di 140 desa dan pelaksanaan pada 9 Desember 2018, mendatang. Pada, Selasa (27/11/2018), telah dilangsungkan tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut calon kepala desa.

"Tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut tanggal 27 November ditetapkan total 411 calon kades dan pilkades di 140 desa," kata Gunawan di sela-sela menyampaikan laporan dalam Santiaji Calon Kepala Desa dan Deklarasi Pilkades Damai dan Bermartabat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (29/11/2018).

Dalam acara yang dimulai sore hari itu, dihadiri para calon kepala desa, panitia pilkades, maupun tamu undangan dari Forkompinda. Selain itu, dilakukan deklarasi Pilkades Damai dan Bermartabat yang diikuti seluruh calon kepala desa.

Gunawan Wibisono yang juga Sekda Kabupaten Semarang itu menjelaskan, pendaftaran bakal calon kepala desa tahap pertama dilangsungkan 25 Oktober - 6 November 2018. Kemudian ada 4 desa yang calonnya melebihi dari lima orang dan sesuai dengan peraturan harus dilakukan seleksi tambahan untuk menentukan rangking 1 sampai 5.

Sementara itu, salah satu calon Kepala Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Muhammad Mujib mengaku, hingga batas akhir pendaftaran tidak ada yang mendaftar, kemudian istrinya mendaftar. Hal ini mengingat persyaratan pendaftar bakal calon kepala desa minimal 2 orang dan maksimal 5 orang.

"Persiapan kami sudah melakukan silaturahmi dengan semua tokoh masyarakat yang ada di desa. Kami minta doa restu dan pencalonan periode kedua ini didukung warga juga," kata dia.

Hal senada disampaikan calon Kepala Desa Rejosari, Budi Wahono. Ia mengakui, jika hingga batas akhir pendaftaran tidak ada calon lain yang mendaftar. Untuk itu, kemudian istrinya juga mendaftar.

"Karena sampai dengan batas terakhir nggak ada calon. Kami sudah persiapan sejak awal, andaikan nggak ada calon, kami mengajukan istri. Kami dari awal juga telah mempersiapkan," kata Budi.

(bgs/bgs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT