DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 13:41 WIB

Masih Ada 1,6 Juta Rumah Tak Layak Huni di Jateng

Wikha Setiawan - detikNews
Masih Ada 1,6 Juta Rumah Tak Layak Huni di Jateng Ganjar Pranowo saat berada di Jepara hari ini. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi langsung warga penerima bantuan perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) di Kabupaten Jepara. Dalam kesempatan itu, Ganjar berjanji akan terus menuntaskan persoalan RTLH di Jateng.

Warga penerima bantuan RTLH yang didatangi tersebut milik Mbah Banget (70) dan Kasuwi (65). Keduanya merupakan warga Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.

"Saya menargetkan, kalau ada rumah tidak layak huni di Jawa Tengah, para pemangku wilayah khususnya perangkat desa melakukan reaksi cepat. Nanti akan kami bantu dari keuangan yang ada termasuk dari dana Desa," ujar Ganjar Pranowo kepada wartawan, Kamis (18/10/2018).

Persoalan RTLH di Jateng, kata Ganjar, membutuhkan tindakan serius.

"Tidak tahu mau selesai sampai kapan, tapi kalau polanya tidak keroyokan tidak akan selesai. Untuk saat ini ada sekitar 1.600.000 rumah yang tidak layak huni di Jateng," tegasnya.

Untuk itu pihaknya terus mendorong dan menggerakkan sumber keuangan lainnya, seperti Baznas, CSR dan pihak-pihak lain yang ingin membantu.

"Tidak hanya membangun rumah, tapi juga harus nyaman dan sehat. Maka hari ini saya juga memberikan bantuan jambanisasi di Kabupaten Jepara ini," imbuh dia.

Dari catatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengebut menyelesaikan persoalan RTLH. Ganjar mengklaim setiap tahun, jumlah RTLH yang diperbaiki di Jateng terus meningkat.


Pada 2016 lalu, Pemprov Jateng memperbaiki sebanyak 3.601 unit. Jumlah itu meningkat di tahun 2017 dengan total perbaikan RTLH sebanyak 20.000 unit.

Sementara di tahun 2018 ini, Pemprov Jateng menargetkan dapat memperbaiki 30.000 unit rumah warga yang tidak layak huni.

Sementara itu, Mbah Banget mengaku senang dengan adanya bantuan perbaikan RTLH. Besaran yang diterima Rp 15 juta dalam bentuk material.


"Senang sekali rumah saya akhirnya diperbaiki. Sudah lama berharap rumah diperbaiki karena sudah rusak. Rumah saya gedhek (dinding anyaman bambu) dan sudah reyot dimakan rayap. Sudah mau roboh," kata dia,

Selama ini dirinya tidak dapat membangun rumahnya sendiri karena tidak memiliki uang. Sebab, dia tinggal seorang diri dan tidak bekerja.

"Tidak punya apa-apa, mau makan saja susah apalagi mau buat perbaiki rumah. Saya terimakasih sekali kepada pemerintah yang telah memperbaiki rumah saya ini," tandasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed