56 Siswa Sayat Tangan, Mendikbud: Karena Minuman, Bukan YouTube

Ristu Hanafi - detikNews
Rabu, 03 Okt 2018 14:44 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Sebanyak 56 siswa SMP di Pekanbaru melakukan hal yang tidak lazim, yaitu menyayat tangan sendiri. Menanggapi hal ini Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan hal ini disebabkan karena siswa-siswa tersebut minum minuman kemasan.

"Bukan nonton Youtube itu, (tapi karena) minum minuman itu," kata Muhadjir kepada wartawan di sela Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia 2018 di Sahid J-Walk Mall, Sleman, Rabu (3/10/2018).

Muhadjir mengindikasikan hal itu setelah berkoordinasi dengan kepolisian. Saat ini, Kemendikbud telah meminta polisi menangani kasus tersebut.

"Sedang saya minta diproses lebih lanjut dengan kepolisian," jelasnya.

Muhadjir memerintahkan para guru mengawasi ketat jajanan makanan dan minuman yang beredar di lingkungan sekolah.

"Mestinya (diawasi ketat), betapa pentingnya kita harus mewaspadai peredaran makanan dan minuman di sekitar sekolah," kata Muhadjir.


Dugaan awal, aksi puluhan siswa itu setelah mereka minum minuman kemasan. Sedangkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru yang sudah turun tangan menyebut pemicunya karena menonton video youtube.

"Tidak benar kalau ada yang menyebutkan minuman kemasan Torpedo mengandung narkoba atau zat yang membahayakan lainnya," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Pekanbaru AKBP Sukito kepada detikcom, Senin (1/10).


Pihak BNN Pekanbaru melakukan tes urine terhadap siswa tersebut. Hasil uji lab, tidak satu pun anak-anak yang terbukti mengkonsumsi narkoba. Dalam pengakuannya, para siswa ini mengkonsumsi salah satu minuman kemasan.

"Dalam pemeriksaan di BNN, mereka mengaku melakukan sayat tangan itu karena menonton aksi yang sama di YouTube. Tontonan di YouTube yang melakukan sayat tangan mereka tiru," ungkap Sukito. (sip/sip)