DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 13:30 WIB

2 Desa di Brebes Diprediksi akan Alami Kekeringan Ekstrem

Imam Suripto - detikNews
2 Desa di Brebes Diprediksi akan Alami Kekeringan Ekstrem Ilustrasi. Foto: Uje Hartono/detikcom
Brebes - BPBD Kabupaten Brebes, Jawa Tengan memetakan, ada dua desa yang diprediksi mengalami kekeringan ekstrem. Sesuai prakiraan cuaca, dua desa ini tidak diguyur hujan selama 2 bulan lebih secara berturut turut.

Dua desa yang akan mengalami kekeringan ekstrem ada di Kecamatan Banjarharjo yaitu Desa Cimunding dan Desa Songgom Lor Kecamatan Songgom.

"Ini sesuai edaran dari BMKG yang kami terima pada 1 Juli lalu. Diperkirakan desa Cimunding dan Songgom Lor akan mengalami kekeringan ekstrem. Dua bulan lebih tidak akan turun hujan mulai 1 Juli kemarin," ujar Kepala BPBD Brebes, Eko Andalas, Rabu (15/8/2018) siang.

Eko menjelaskan dari pengamatannya, sejak 1 Juli hingga pertengahan Agustus ini, di daerah tersebut memang tidak pernah hujan. Ini artinya, sudah sebulah setengah mengalami kekeringan dan menyisakan beberapa hari lagi. Dia berharap kondisi ini tidak berlarut-larut dan bisa segera turun hujan dalam waktu dekat.

Selain dua desa tersebut, ada sejumlah desa lain yang akan mengalami kekeringan sangat panjang. Daerah daerah ini diperkirakan tidak hujan selama satu sampai dua bulan.


Desa-desa yang masuk kategori akan mengalami kekeringan sangat panjang adalah Desa Losari Kecamatan Losari; Desa Nambo dan Malahayu Kecamatan Banjarharjo; Desa bantarkawung Kecamatan Bantarkawung; Desa Notog Kecamatan Songgom; Desa Tanjung Kecamatan Tanjung; Desa Bulakamba, Banjaratma Kecamatan Bulakamba dan Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan.

"Desa-desa ini akan alami kekeringan sangat panjang karena selama dua bulan berturut-turut tidak hujan," imbuh Eko.

Kemarau panjang ini, terang Eko, akan berdampak pada surutnya sumber-sumber air warga, baik sumur maupun sungai. Untuk itu Eko mengimbau agar masyarakat berhemat dalam penggunaan air.

"Kami dari Pemkab dan instansi lain seperti PMI dan Kepolisian siap memberikan bantuan air bersih bagi yang membutuhkan," tuturnya.

Lailia Asnaeni, Bagian Forecaster BMKG Tegal menyampaikan, selama kemarau ini, suhu di wilayah Tegal dan sekitarnya termasuk Brebes ada di angka 21 derajat celsius dan tertinggi pada angka 34 derajat celsius.


Untuk menghadapi musim kemarau, Lailia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bisa menghemat pemakaian air bersih dan hati hati pada lahan kering untuk tidak membakar sampah sembarangan.

"Angka tersebut untuk musim kemarau saat ini masih sebatas kategori normal, secara resmi BMKG belum mengeluarkan pastinya, namun pasti sebatas normal," tutur Lailia.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed