DetikNews
Kamis 09 Agustus 2018, 13:35 WIB

Saluran Irigasi Mengering, Tanaman Sayur di Pantura Gagal Panen

Imam Suripto - detikNews
Saluran Irigasi Mengering, Tanaman Sayur di Pantura Gagal Panen Lahan pertanian yang alami kekeringan di wilayah Pantura Brebes. Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Lahan pertanian di wilayah Pantura Brebes, Jawa Tengah mulai mengalami kekeringan. Tanaman sayur baik tomat maupun cabai mulai layu dan mengering karena tidak pernah mendapatkan irigasi.

Para petani cabai dan tomat di Kelurahan Pasarbatang, Brebes, mengaku tidak bisa mempertahankan tanamannya agar tetap hidup karena ketiadaan air. Saluran irigasi yang tersedia juga sudah mengering. Kondisi ini menyebabkan tanaman petani ini puso dan mati.

Sejumlah petani di wilayah itu menyampaikan, kerugian akibat gagal panen mencapai jutaan rupiah. Kerugian yang dialami ini karena bibit yang mereka tebar tidak membuahkan hasil. Demikian pula untuk biaya tenaga kerja harian yang pernah dikeluarkan petani.

"Terus terang petani di sini susah mempertahankan tanaman sayur yang ada. Di sini hanya mengandalkan saluran irigasi dan sekarang sudah kering tidak ada air," kata Sukarjo (59) seorang petani cabai saat ditemui Kamis (9/8/2018).

Menurut dia, tanaman miliknya mulai mengering sejak sebulan lalu saat mulai tidak ada hujan. Satu satunya sumber air yang diandalkan adalah air tanah yang harus diambil dengan mesin pompa. Namun dengan menyewa alat itu dan membeli bahan bakar, akan menambah ongkos produksi. Sementara harga sayur cenderung rendah dan tidak sebanding dengan ongkos tanam.

Kasi Lahan dan Irigasi Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Ali Mahuri saat dikonformasi menjelaskan, tidak adanya air di wilayah daerah irigasi Pemali lantaran ada pengeringan total sejak awal bulan ini. Pengeringan total ini, kata Ali Mashuri sudah dimulai sejak 1 Agustus hingga akhir November 2018.

"Pengeringan ini karena ada proyek multiyears perbaikan saluran irigasi di Brebes," jelasnya.

Beberapa daerah yang saat ini mengalami kekurangan air antara lain Kecamatan Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari.

Untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, tambah Ali, pemerintah menyediakan 42 unit pompa air secara cuma-cuma. Pompa ini bisa dipakai untuk mengambil air dari dalam tanah atau dari sungai yang terdekat.

"Saat ini sudah ada yang dipinjam kelompok tani untuk mengairi sawah. Hanya saja memang pompa milik kami tidak bisa memenuhi semua permintaan dari petani karena jumlahnya terbatas," ucap Ali.

Mengantisipasi gagal panen, Ali menyarankan agar petani mematuhi pola tanam dari pemerintah. Di mana saat kemarau seperti sekarang ini lebih cocok untuk menanam tanaman palawija bukan sayur mayur.


Tonton juga video: 'Tak Dapat Jatah Air, Petani Tanam Pisang di Saluran Irigasi'

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed