DetikNews
Minggu 17 Juni 2018, 23:55 WIB

Melihat Antrean Kendaraan Hingga 10 Km di Kemrajen Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Melihat Antrean Kendaraan Hingga 10 Km di Kemrajen Banyumas Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas - H+2 lebaran volume kendaraan yang memasuki wilayah Banyumas terus meningkat. Bahkan di sepanjang ruas jalan antara Tambak-Wijahan, Kecamatan Kemranjen macet sekitar 10 kilometer.

Berdasarkan pantauan detikcom pada Minggu (17/6/2018) sejak pukul 21.45 - 22.57 WIB kepadatan arus kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Jakarta yang memasuki wilayah Banyumas terpantau padat merayap hingga 10 kilometer.

Kepadatan kendaraan tersebut disebabkan adanya Pasar Wijahan yang ruas jalannya mengalami penyempitan serta aktivitas masyarakat lokal di sekitar pasar tersebut. Kepadatan terpantau mulai dari Pasar Wijahan mengular hingga ruas jalur lingkar Sumpiuh tepatnya di Desa Gumelar Kidul, Kecamatan Tambak.

Hampir rata-rata kendaraan yang melintas merupakan pemudik yang akan kembali ke Jakarta. Mengetahui terdapat kemacetan panjang, beberapa pengemudi mencoba untuk berbalik arah dan mencari jalan alternatif.

Melihat Antrean Kendaraan di Kemrajen Banyumas Hingga 10 KmFoto: Arbi Anugrah/detikcom


"Ini dari Kebumen mau ke Jakarta, besok sudah aktivitas lagi soalnya," kata salah satu pemudik Rahmat secara singkat kepada detikcom.

Sementara menurut Kasatlantas Polres Banyumas AKP Finan Sukma Radipta saat dihubungi detikcom, mengatakan jika dari pantauan pihaknya kemungkinan meningkatnya volume kendaraan sudah termasuk arus balik.

"Memang volume kendaraan dari luar Banyumas termasuk di Sumpiuh, kemudian di Sokaraja dan Ajibarang pun memang terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup banyak dikarenakan memang masyarakat maupun pemudik ingin mendahului pulang kerumahnya masing-masing disamping juga ada yang ketempat tempat wisata," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya sudah menerjunkan anggota disemua Pos Pam dan berkoordinasi dengan wilayah Brebes untuk jalur tengah serta Cilacap untuk jalur Selatan dan melaksanakan Contraflow bila memang diperlukan.

"Kalau kita melihat kondisi jalan untuk melakukan Contraflow tidak memungkinkan, tetap kita dari personel melakukan penarikan dari pos-pos yang ada karena memang volume sangat banyak sekali melewati jalan yang sangat kecil sekali," ucapnya.

Meskipun demikian, meningkatnya volume kendaraan yang terjadi hingga menyebabkan kepadatan yang membuat kendaraan padat merayap di ruas antara Tambak hingga Wijahan belum dapat dikatakan puncak arus balik.

"Saya belum bisa bilang puncak (arus balik) malam ini, tapi memang terjadi peningkatan di H+2, karena di H+2 perkiraan kami sendiri itu lebih condong (masyarakat) ke tempat-tempat rekreasi ataupun silaturahmi. Meskipun saya pantau di pintu keluar Banyumas memang banyak plat luar yang akan menuju ke Pantura," tuturnya.
(arb/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed