DetikNews
Jumat 27 April 2018, 08:53 WIB

Yuks, Lihat Kampung Piala Dunia di Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Yuks, Lihat Kampung Piala Dunia di Pekalongan Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2018 tidak lama lagi. Namun geliat pecinta bola telah terasa. Salah satunya di perkampungan Keramatsari Gang 13 Kota Pekalongan. Warga setempat mennghias perkampungan dengan ornamen-ornamen piala dunia. Bahkan bendera negara peserta piala dunia pun ikut terpajang di dinding-dinding kampung itu.

Suasana begitu kental saat mengunjungi kampung pada sore hari hingga malam hari. Beberapa pemuda dan anak-anak silih bergantian memainkan bola. Kendati hanya menggunakan gang-gang yang sempit, namun suasana pecinta bola terlihat di tempat itu. Belum lagi ditambah dengan alunan musik piala dunia tahun sebelumnya. Laga sepak bola dunia tiap empat tahunan ini memang tengah dinanti-nantikan warga.

"Kita sengaja meriahkan kampung dengan gambar-gambar ini. Kampung sini memang mayoritas pecinta bola," kata Ketua RT 03/04 Kelurahan Pasir Kraton Keramat, Dwi Setyadi saat ditemui detikcom ,Kamis (26/04) Sore.

Ide pembuatan kampung piala dunia, menurut Dwi Setyadi dilakukan mendadak dan dikerjakan bersama-sama warga dengan kompak.
Tembok-tembok dihias bendera peserta Piala DuniaTembok-tembok dihias bendera peserta Piala Dunia Foto: Robby Bernardi/detikcom

"Ada yang menggambar bendera-bendera, logo piala dunia dan logo-logo detikcom, CNN Indonesia, Trans7 dan TransTV. Semuanya dilakukan selama dua hari pada sore dan malam hari," jelas Dwi Setyadi.

Mnurutnya antusias warga dengan piala dunia begitu tinggi. Terlihat saat dilakukan swadaya untuk membeli cat, tanpa menunggu lama langsung terkumpul.

"Ini juga rencananya untuk ikut kampung piala dunia yang digelar transmedia," katanya.

Dengan adanya kemeriahan piala dunia tersebut juga akan menunjang keamanan dan kenyaman kampung setempat.

"Ya yang jelas sembari kamling nonton piala dunia. Kita galakkan kembali kamling biar aman juga," jelasnya.

Hanya sayangnya, perkampungan setempat kerap dilanda air rob yang masuk ke perkampungan. Beberapa kali warga terpaksa memperbaiki cat yang luntur dan rusak akibat terkena air rob.

"Rob tidak menyurutkan kami untuk tetap menghias kampung piala dunia ini," katanya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed