DetikNews
Sabtu 17 Maret 2018, 18:31 WIB

Pilgub Jateng 2018

Gus Yasin Sowan Para Kiai di Kabupaten Semarang

Eko Susanto - detikNews
Gus Yasin Sowan Para Kiai di Kabupaten Semarang Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Taj Yasin melakukan silaturahmi disejumlah kiai dan pondok pesantren di Kabupaten Semarang. Kedatangan Cawagub nomor 1 tersebut, selain meminta doa restu kepada para kiai dan juga meminta masukan dalam pembangunan mendatang.

Memanfaatkan libur nasional Hari Raya Nyepi, Cawagub yang berpasangan dengan Cagub Ganjar Pranowo ini roadshow di wilayah Kabupaten Semarang. Gus Yasin mengawali kunjungan di KH Toha di Kecamatan Susukan, dilanjutkan di sejumlah pondok pesantren hingga sampai di Ungaran.

Putera KH Maimoen Zubair tersebut, juga melakukan silaturahmi di rumah KH Tadzkir M di Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Di rumah kiai ini, sebelumnya juga telah dikunjungi Cawagub Ida Fauziyah.

Gus Yasin pun juga meminta doa restu di kepada KH Tadzkir M, bahkan juga mendapatkan suguhan yang sama yakni buah durian, duku, pisang goreng, teh manis dan bakso. Kurang lebih selama setengah jam, kemudian melanjutkan roadshow menunu Blater, Jimbaran, Kecamatan Bandungan hingga Ungaran.
Taj Yasin sowan kiai di SemarangTaj Yasin sowan kiai di Semarang Foto: Eko Susanto/detikcom

"Kita tujuannya minta doa restu. Kita minta doa restu para kiai, kita berharap sowan, kita kali ini tidak menjadi media yang artinya kiai ini dipolitisasi. Jadi kita memang sowan minta doa restu tentunya kiai ini punya pedoman masing-masing," kata Gus Yasin saat ditemui di Sraten, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (17/3/2018).

"Dan insya allah doa-doa para kiai inilah yang bisa menyatukan bangsa ini".

Dalam kunjungan tersebut, Gus Yasin berharap bisa bersinergi antara pemerintah dengan ulama. Hal ini mengingat antara pemerintah dan ulama, katanya, saudara kembar yang tidak boleh dipisahkan.

"Jadi kalau memang, kami ini sekarang dicalonkan menjadi calon wakil gubernur ini, tentunya kalau jadi calon ini kan bagian dari pemerintahan yang harus dekat ulama nggak boleh dipisahkan. Kita ingin menyertakan apah sih, ide-ide para ulama ini kita tampung, kita mintai masukannya untuk kinerja kita yang akan datang," katanya.
(bgs/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed