DetikNews
Jumat 09 Maret 2018, 19:47 WIB

Wali Kota Solo Minta Kenaikan Uang Pensiun ASN Disesuaikan Usia

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Wali Kota Solo Minta Kenaikan Uang Pensiun ASN Disesuaikan Usia Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Pemerintah berencana menambah jumlah uang pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, meminta agar kebijakan itu tidak dipukul rata ke seluruh PNS.

Seperti diketahui, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sedang mengkaji perubahan skema pensiunan. Dengan adanya penambahan uang pensiun, potongan gaji pun akan ditambah hingga 15 persen.

"Jangan dipukul rata. Harus proporsional dan profesional," kata Rudy saat ditemui detikcom di rumah dinas Loji Gandrung, Jumat (9/3/2018).

Jika dipukul rata, kata Rudy, kebijakan tersebut tidak akan memberi manfaat bagi PNS yang sudah memasuki masa pensiun. Apalagi pemotongan gaji terhitung cukup tinggi dibandingkan sebelumnya yaitu sekitar 4 persen.

"Kalau untuk generasi muda boleh. Tapi kalau yang sudah mau pensiun buat apa?" tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Surakarta, Rakhmat Sutomo, menambahkan bahwa aturan itu paling tepat diberlakukan bagi PNS dengan sisa masa kerja 20 tahun.

"Minimal ya untuk PNS yang masa kerjanya di atas 20 tahun. Kalau seperti itu hitungannya pas. Kalau seperti saya yang masih tiga tahun ya buat apa," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian PAN-RB menilai dana pensiunan PNS selama ini masih sedikit. Iuran dana pensiun akan ditambah dari potongan gaji PNS, iuran pemerintah sebagai pemberi kerja dan tambahan subsidi saat pensiun.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed