DetikNews
Senin 05 Maret 2018, 20:08 WIB

Viral Konvoi Moge Lawan Arus Lalin di Yogya, Begini Faktanya

Ristu Hanafi - detikNews
Viral Konvoi Moge Lawan Arus Lalin di Yogya, Begini Faktanya Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Akhir pekan kemarin viral di media sosial sebuah konvoi pengendara motor gede (moge) melawan arus lalu lintas yang diduga terjadi di jalan wilayah Ringroad Barat, Gamping, Sleman, DIY. Begini faktanya.

"Itu benar rombongan moge saat melintas di wilayah Ambarketawang (Gamping, Sleman). Tapi posisi kita di sini ingin klarifikasi rombongan sebetulnya dari luar Yogya yang melintas dan transit di Yogya pada hari Jumat (2/3), untuk mengikuti acara di Solo pada hari Sabtu (3/3). Jadi itu bukan bikers dari Yogya dan bukan acara di Yogya," kata Yonnaldo Sipahelut, yang mewakili komunitas Bikers Yogyakarta, saat jumpa pers di The Rich Jogja Hotel Jl.Magelang Km.6, Sleman, Senin (5/3/2018).
Viral Konvoi Moge Lawan Arus Lalin di Yogya, Begini FaktanyaFoto: Ristu Hanafi/detikcom

Pihaknya bersama para komunitas bikers di Yogyakarta sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Karena menurutnya, berkendara dengan melanggar aturan lalu lintas bukan merupakan cerminan budaya para bikers Yogya.

"Jujur kita welcome kepada saudara-saudara bikers dari luar daerah, baik itu mesin cc besar atau kecil, baik yang hanya melintas atau punya hajat di Yogya. Tapi gini lho, tolong hargai budaya dan masyarakat setempat, dan utamakan menaati aturan lalu lintas," ujarnya.

Meski tidak terlibat langsung dalam peristiwa ataupun acara tersebut, namuin pihaknya tetap memohon maaf kepada masyarakat jika peristiwa kemarin sempat menyebabkan kegaduhan.

"Bukan atas nama salah satu komunitas motor saja, tapi atas nama seluruh bikers dan masyarakat Yogyakarta, kami mohon maaf dan semoga peristiwa itu tak terulang lagi," tandasnya.

Salah satu bikers Yogya, Dino Avinsa menambahkan, pihaknya telah mencoba klarifikasi kepada kepolisian karena sempat ada informasi rombongan itu dikawal polisi dan atas seizin polisi saat melawan arus.


"Kita sudah coba hubungi kepolisian, dijawab tidak ada arahan dari petugas dan tidak ada pengawalan. Secara etika, melawan arus itu salah dan melanggar aturan berbahaya bagi pengendara itu sendiri maupun pengendara lain," jelasnya.

Dari informasi yang diterimanya, pihak penyelenggara acara maupun pengendara sudah meminta maaf setelah videonya viral.

"Kita berterima kasih kepada media yang sudah mengangkat peristiwa ini, menyadarkan bikers agar berkendara sesuai aturan, ini sebagai pembelajaran bagi semua komunitas motor. Apalagi efek medsos sangat besar, nama Yogya harus dijaga. Di depan masih banyak event, jangan sampai masyarakat berpikiran jelek," imbuhnya.

Sementara itu, dari pihak penanggung jawab transit pengendara moge di Yogya, Adi Satri Pambudi menjelaskan, rombongan moge dari luar daerah memang dijadwalkan transit dan menginap di salah satu hotel di Yogya pada Jumat (2/3) malam. Kemudian Sabtu (3/3) pagi seluruh pengendara bertolak menuju Solo untuk mengikuti acara puncak di sana.

"Ada tiga titik penjemputan, Jalan Solo, Jalan Magelang, dan Jalan Wates. Awalnya kita takutnya macet di kawasan Ringroad Condongcatur, ternyata malah ada peristiwa di Ambarketawang," terangnya.

Dia mengaku rombongan yang melawan arus lalin itu diduga rombongan bagian belakang.

"Kalau yang depan lancar. Prinsipnya kami mohon maaf atas peristiwa ini, semoga menjadi pembelajaran bersama," imbuhnya.

Pada Jumat (2/2) malam beredar video di salah satu akun medsos konvoi moge melawan arus lalin yang diduga terjadi di jalanan wilayah Yogya. Pada Sabtu (3/3) siang, detikcom sempat menonton video itu dan men-screnshotnya lewat ponsel. Tampak lebih dari 6.000 netizen yang mengomentarinya. Namun saat detikcom mencoba melihat lagi video tersebut sore tadi, video itu ternyata sudah dihapus oleh pemilik akun.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed