DetikNews
Rabu 21 Februari 2018, 15:01 WIB

Pilgub Jateng 2018

KPU Surakarta Sediakan 15 Titik Pemasangan Baliho Pilgub

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
KPU Surakarta Sediakan 15 Titik Pemasangan Baliho Pilgub Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta menetapkan 15 titik yang boleh dipasangi baliho untuk kampanye Pilgub Jawa Tengah. Lokasi tersebut tersebar di lima kecamatan di Kota Solo.

Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di kantor KPU Surakarta, Rabu (21/2/2018). Rapat juga diikuti oleh Panwaslu Surakarta, Pemerintah Kota Surakarta dan tim pemenangan kedua pasangan calon (paslon) Pilgub Jateng.

Ketua KPU Surakarta, Agus Sulistyo, mengatakan 15 titik tersebut sebagai pilihan bagi paslon untuk menentukan tempat pemasangan. Sebab, paslon hanya dapat memasang baliho maksimal sebanyak 12 buah.

"Kita sepakati ada 15 titik. Masing-masing kecamatan ada tiga titik. Nanti terserah paslon mau dipasang di mana. Yang penting setiap titik harus ada dua paslon berdampingan," kata Agus usai rapat.

Adapun 15 titik tersebut, antara lain di simpang tugu lilin Laweyan, simpang empat Kawatan, simpang empat Baturono, simpang empat ringroad Mojosongo dan Jalan Letjen Suprapto, Banjarsari.

Agus mengatakan KPU telah menyiapkan lima buah baliho untuk masing-masing paslon. Paslon boleh menambah baliho sejumlah maksimal tujuh buah.

"Sesuai aturan, kita diberi jatah untuk pemasangan di lima titik. Selebihnya, masing-masing paslon bisa menambah sejumlah maksimal 150 persen atau tujuh titik dengan biaya sendiri," kata Agus usai rapat.

Sementara itu, Komisioner Panwaslu Surakarta Bidang Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Muh Muttaqin, melarang pemasangan alat peraga kampanye di kawasan tertentu, seperti sekolah, kantor pemerintahan, bahkan gang-gang kampung.

"Sudah ditetapkan dalam Perwali no 2 tahun 2009, alat peraga kampanye dilarang dipasang di white area. Antara lain di jalan protokol, taman kota, termasuk di bahu jembatan tidak boleh," ujarnya.

Adapun jalan protokol Kota Solo yang dimaksud ialah Jalan Slamet Riyadi, Jalan Adi Sucipto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Ir Sutami dan sebagian Jalan Ahmad Yani. Atribut partai maupun paslon yang ada di jalan-jalan tersebut otomatis akan dicopot.

"Penertiban nantinya bisa langsung dilakukan Satpol PP sebagai bagian Pemerintah Kota Surakarta. Satpol PP bisa langsung mencopot tanpa harus menunggu komando dari Panwaslu," tutupnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed