DetikNews
Selasa 20 Februari 2018, 13:45 WIB

Guru SMP di Karanganyar Meninggal Sesaat Setelah Mengajar

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Guru SMP di Karanganyar Meninggal Sesaat Setelah Mengajar Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Karanganyar - Suasana haru menyelimuti rumah duka sebelum jenazah Katondo Budiyanto dimakamkan, Selasa (20/2/2018). Keluarga masih terkejut mengetahui Katondo meninggal secara tiba-tiba.

Guru bahasa Jawa di SMPN 1 Matesih, Karanganyar itu meninggal sesaat setelah mengisi jam pelajaran keenam, Senin (19/2) kemarin. Pada waktu istirahat, Katondo hanya duduk di ruang guru.

"Teman-teman guru lalu melihat beliau kok duduknya agak melorot. Setelah didekati ternyata sudah tidak sadar," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Agus Hariyanto, melalui telepon.

Para guru kemudian membawa Katondo ke rumah sakit untuk ditangani tim medis. Namun nyawanya sudah tidak tertolong.

Ditemui usai upacara pemberangkatan jenazah, putri Katondo, Qonita, mengatakan tidak menyangka ayahnya telah tiada. Apalagi, sehari sebelumnya merupakan hari ulang tahun Katondo.

"Sehari sebelumnya masih telepon bapak, ngucapin ulang tahun. Tiba-tiba kok dapat kabar meninggal, sempat enggak percaya," katanya di rumah duka, Jalan Nangka 3, Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar.

Sesaat sebelum peristiwa itu, keluarga pun sempat berbincang dengan Katondo melalui pesan singkat. Namun perbincangan terhenti karena peristiwa itu.

Menurutnya, mantan guru di SMPN 1 Colomadu, Karanganyar itu juga sedang tidak mengalami sakit. Tidak ada keluhan apapun dalam waktu dekat ini.

"Setahun lalu pernah sakit jantung, tapi belum pernah kambuh. Kemarin kata temannya, bapak tidak enak badan, badannya dingin, tiba-tiba tidak ada," ujarnya.

Katondo meninggalkan seorang istri, Wardah Muftiati dan empat orang anak. Jenazah Katondo dimakamkan di Sasonoloyo Sendang Kates, Wonogiri.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed