DetikNews
Rabu 14 Februari 2018, 12:54 WIB

Tumpukan Sampah di Semarang Baru Dibersihkan, Hari Ini Sudah Ada Lagi

Eko Susanto - detikNews
Tumpukan Sampah di Semarang Baru Dibersihkan, Hari Ini Sudah Ada Lagi Penampakan sampah yang kembali ada setelah baru saja lokasi itu dibersihkan. Foto: Eko Susanto/detikcom
Semarang - Sampah menumpuk di tepi jalan nasional Tuntang, Kabupaten Semarang, telah dibersihkan. Setelah dibersihkan ternyata masih ada yang membuang sampah lagi.

Berdasarkan pantauan, detikcom pada, Rabu (14/2/2018), di lokasi yang telah dibersihkan ternyata ada 3 bungkus plastik kresek. Plastik kresek tersebut berisi sampah diduga berasal dari rumah tangga.

Adapun sampah tersebut antara lain cangkang telur, potongan sayuran maupun lainnya. Selain itu, ada bekas bungkus minuman sachet yang banyak maupun bekas bungkus mi instan.

Penampakan sampah di tempat yang baru saja dibersihkan.Penampakan sampah di tempat yang baru saja dibersihkan. Foto: Eko Susanto/detikcom

"Kemarin sore, saya ke sini pukul 17.30 WIB, sudah dibersihkan oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang. Rencananya nanti pukul 15.00 WIB, kami bersama teman-teman relawan mau memasang pengumuman larangan membuang sampah di sini," kata Joko Winarno, relawan dari Kecamatan Tuntang saat ditemui di lokasi, Rabu (14/2/2018).

Pihaknya menduga, mereka yang membuang sampah dari warga dan pemilik warung sekitar. Pembuangan sampah tersebut diketahui sudah sekitar 3 bulan lalu, kemudian meminta warga sekitar jangan membuang sampah di sini.


"Nanti malam kami sanggong di sini," tutur Joko yang juga anggota SAR Bumi Serasi (Buser).

Penampakan tumpukan sampah sebelum dibersihkan, Selasa (13/2). Penampakan tumpukan sampah sebelum dibersihkan, Selasa (13/2). Foto: Eko Susanto/detikcom

Sementara itu, Danramil 05/Tuntang, Kapten Arh Widarto menambahkan, kedatangannya untuk mengecek lokasi sampah ini setelah mengetahui pemberitaan dari media.

"Nggak boleh membuang sampah di sini, terlebih daerah bantaran kalau masuk sungai menuju saluran PLTA jelok kan berbahaya. Ini butuh perhatian bersama," kata dia yang datang bersama anggotanya.

Pihaknya, berharap kepada instansi terkait nantinya menyediakan lokasi pembuangan sampah yang tidak menyulitkan bagi warga.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed