DetikNews
Selasa 13 Februari 2018, 09:23 WIB

Jalur Alternatif Wisata Borobudur-Salaman Putus Akibat Longsor

Pertiwi - detikNews
Jalur Alternatif Wisata Borobudur-Salaman Putus Akibat Longsor Longsor di Kabupaten Magelang. Foto: Dok Shoim/warga Selorejo
Magelang - Jalur alternatif wisata penghubung Candi Borobudur di Kecamatan Borobudur dan Museum Marmer di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang putus akibat longsor, Minggu (11/2) malam. Sejumlah warga mengungsi dilaporkan mengungsi akibat bencana ini.

"Jalan yang putus itu ada di Dusun Selorejo, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman. Jalan benar-benar putus tidak bisa dilewati, aspalnya habis terbawa material longsoran," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, saat dihubungi detikcom, Selasa (13/2/2018).

Edi mengatakan, warga maupun wisatawan yang hendak menjangkau dua daerah tersebut harus memutar sejauh sekitar 4 kilometer.

"Sementara ini, kita sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR). DPUPR juga sudah mempersiapkan alternatif untuk mengatasi masalah ini, mau dibuatkan jalur di mana, arahnya kemana," terang Edi.

Longsor di Kabupaten Magelang.Longsor di Kabupaten Magelang. Foto: Dok Shoim/warga Selorejo

Hari ini, lanjutnya, BPBD juga melakukan koordinasi kembali dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mengingat, musibah longsor yang terjadi akibat hujan Minggu (11/2/2018) malam mencapai 19 kejadian.

"Ada sekitar 50 orang warga Kecamatan Borobudur dan Kecamatan Salaman yang juga mengungsi akibat musibah ini. Mereka ada yang mengungsi di rumah saudara, di masjid, maupun lainnya," ungkap Edi.

Koordinasi hari ini, kata dia, termasuk membahas solusi bagi warga yang mengungsi tersebut. Apakah akan ditempatkan di balai desa, di rusunawa, atau di tempat lain.

"Kita juga harus melakukan langkah antisipasi karena potensi bencana longsor masih mengancam. Masih ada retakan-retakan tanah yang terpantau di beberapa titik," ujarnya.

Edi mengimbau warga agar terus meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan ini. Khususnya warga yang tinggal di lereng perbukitan, seperti di Menoreh, Windusari, Kajoran, Tempuran.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed