Dua Warga Purworejo Menjadi Korban Crane Ambruk di Jatinegara

Rinto Heksantoro - detikNews
Minggu, 04 Feb 2018 18:45 WIB
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Dua warga Purworejo, Jawa Tengah menjadi korban crane proyek Double Double Track (DDT) di Jatinegara, Jakarta Timur. Dua warga Purworejo meninggal dalam kecelakaan kerja tersebut.

Salah satu korban meninggal yakni Deni Eko Prasetyo (28) merupakan warga Desa Kendalrejo, RT 01/ RW 03, Kecamatan Pituruh. Korban lain yang sebelumnya belum diketahui identitasnya akhirnya diketahui bernama Joni Fitriyanto (19) warga RT 01/RW 01, Desa Kedungbatur, Kecamatan Pituruh.

Kabar meninggalnya Joni dalam kecelakaan proyek itu membuat keluarga sangat terpukul. Bahkan ayah korban, Marino (46) terus menangis histeris hingga kerabat berusaha menenangkannya.
Suasana rumah duka korban crane ambrukSuasana rumah duka korban crane ambruk Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Setelah tenang, ayah korban baru bisa menceritakan sekelumit kisah tentang anak kesayangannya itu. Ayah 4 orang anak itu mengungkapkan bahwa anak pertamanya itu baru sekitar 6 bulan kerja di Jakarta.

"Ya sebelumnya sudah dengar kabar ada kecelakaan itu, tahunya korbannya kan warga Desa Kendalrejo sana. Terus kok siang tadi pak Congkok (perangkat desa) dari sana kok malah kesini, ternyata ngabari kalau anak saya juga jadi korban. Gak nyangka mas, dia kan baru 6 bulan kerja di sana," tutur Marino ketika ditemui detikcom di rumah duka, Minggu (4/2/2018).

Keluarga merasa sangat kehilangan korban yang merupakan tulang punggung keluarga. Sebelum kabar duka datang, Marino mengaku bahwa pada Sabtu (3/2/2018) malam korban sempat menghubunginya melalui telepon dan berpamitan karena akan kerja lembur.
Ayah, Joni korban crane ambruk Jatinegara histerisAyah, Joni korban crane ambruk Jatinegara histeris Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Tadi malam itu telepon mas sekitar jam 9, pamitan kalau mau lembur terus saya bilang ya ati-ati, gitu," imbuhnya.

Tak disangka, suara anak kesangannya yang didengar melalui sambungan telepon itu merupakan suara yang terakhir sebelum akhirnya korban pergi untuk selama-lamanya. Ibu korban, Paisah (47) sempat memiliki firasat aneh dalam dua hari terakhir, tubuhnya terasa lemas dan tidak nafsu makan. (bgs/bgs)