DetikNews
Rabu 17 Januari 2018, 14:02 WIB

Remaja yang Rampas Taksi Online di Sleman Dititipkan di Rumah Sosial

Ristu Hanafi - detikNews
Remaja yang Rampas Taksi Online di Sleman Dititipkan di Rumah Sosial Kapolsek Pakem Kompol Haryanta. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Seorang pelajar SMP, R (16) tersangka percobaan perampasan mobil taksi online di Sleman dititipkan polisi ke Rumah Sosial Penampungan Anak (RSPA). R dititipkan sementara sambil menunggu proses pemberkasan BAP rampung.

"Kita titipkan di RSPA, karena masih anak-anak. Nanti sampai menunggu BAP selesai," kata Kapolsek Pakem, Kompol Haryanta, ditemui di Mapolsek Pakem, Rabu (17/1/2018).

Pertimbangan menitipkan R ke RSPA di antaranya karena faktor usia, hingga upaya polisi menjamin pemenuhan hak anak. Haryanta menyebut R yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP dalam waktu dekat akan menjalani ujian nasional.

"Polisi koordinasi dengan RSPA agar tersangka tetap bisa mengakses hak pendidikan, apalagi sudah mau ujian, kita koordinasi dengan Dinas Pendidikan, sekolah, keluarga dan tentunya RSPA," jelasnya.

Polisi juga mempercepat proses pemberkasan kasus ini. Ditargetkan akhir bulan ini bisa dilimpahkan ke kejaksaan untuk diteruskan ke pengadilan.

"Mengacu peradilan anak, kasus kita percepat untuk dikirim ke JPU (Jaksa Penuntut Umum)," kata Haryanta.

Polisi tidak akan menggelar reka ulang adegan atau rekonstruksi perkara.

"Kemungkinan tidak ada rekonstruksi, karena faktor keamanan," kata Haryanta.

Menurutnya, tanpa digelar rekonstruksi, proses pemberkasan BAP tetap bisa berlangsung untuk kemudian dilimpahkan ke kejaksaan. Apalagi, seluruh barang bukti dalam kasus ini juga telah diamankan.

"Tanpa rekonstruksi bisa, karena tersangka kooperatif memberi keterangan secara runtut, sama dengan keterangan korban," jelasnya.

"Rekonstruksi kan sifatnya untuk menggarisbawahi kronologi kasus," imbuhnya.

Sejauh ini sejumlah pihak telah diperiksa, mulai dari korban, tersangka, saksi, hingga keluarga tersangka. Khusus pemeriksaan terhadap tersangka, kata Haryanta, ada pendampingan dari Balai Pemasyarakatan dan orang tua.

"Setiap memeriksa anak yang bermasalah pidana, harus didampingi, kita tak mengesampingkan itu," jelasnya.

"Tersangka dan keluarganya juga kooperatif, jadi prosesnya penyidikan bisa berjalan lancar. Kita proses sesuai ketentuan perundangan," imbuh Haryanta.

R ditangkap pada Jumat (12/1) malam setelah berupaya merampas taksi online yang ditumpanginya di kawasan Taman Kaliurang, Pakem. Dalam aksinya, R mempersenjatai diri dengan tongkat satpam dan semprotan obat nyamuk.

Tongkat satpam itu dipakai untuk memukuli kepala sopir, Hartono (46) hingga terluka. Sedangkan semprotan obat nyamuk belum sempat digunakan.

Aksi R gagal karena korban melawan dan minta pertolongan warga. Tak lama kemudian, R yang kabur tanpa hasil kejahatan berhasil ditangkap di sekitar Pos TPR Kaliurang.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed