detikNews
Selasa 16 Januari 2018, 13:51 WIB

Tembok Ambruk Keraton Surakarta Belum Pernah Diperbaiki Sejak 1920

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Tembok Ambruk Keraton Surakarta Belum Pernah Diperbaiki Sejak 1920 Tembok keraton yang ambruk (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Tembok di kawasan Keraton Kasunanan Surakarta ambruk karena usianya yang sudah tua. Tembok tersebut ternyata belum pernah direvitalisasi sejak pertama dibangun, yakni pada masa pemerintahan Paku Buwono X.

"Dibangun semenjak listrik pertama kali masuk Solo, itu tahun 1920-an, masa Susuhunan Paku Buwono X," kata Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo, Selasa (16/1/2018).

Sejak saat itu, kata dia, tembok tersebut belum pernah direvitalisasi. Hal tersebut disebabkan karena tembok tersebut merupakan masuk sebagai benda cagar budaya, sehingga harus melalui proses-proses khusus

"Belum pernah direkonstruksi. Ini juga karena ada rencana pemerintah pusat untuk merevitalisasi seluruh kawasan keraton, namun secara bertahap," ujarnya.

Tembok Ambruk Keraton Surakarta Belum Pernah Diperbaiki Sejak PB XReruntuhan tembok (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Bangunan yang berbatasan dengan ndalem Prabuwinatan tersebut dahulu merupakan gedung sentra pusat pelistrikan untuk seluruh keraton. Adapun yang terdampak tembok roboh adalah bangunan di sisi barat Sasono Putro, kediaman pribadi Paku Buwono XIII.

"Setelah peristiwa itu, tembok gedung sentra sendiri masih berdiri, tapi sudah mau ambruk juga karena menempel dengan tembok yang sudah ambruk," katanya.

Sementara waktu jalan di depan tembok ambruk tersebut disterilkan dan ditutup untuk kendaraan bermotor. Rencananya, gedung sentra yang sudah tidak digunakan itu akan dirobohkan, namun menunggu koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com