DetikNews
Kamis 11 Januari 2018, 13:24 WIB

Penjahat Lintas Provinsi Dibekuk di Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Penjahat Lintas Provinsi Dibekuk di Pekalongan Foto: Robby Bernardi/detikcom
pekalongan - Sekelompok pelaku pencurian spesialis rumah kosong asal Palembang, Sumatera Selatan berhasil diringkus oleh Tim Buser Satreskrim Polres Pekalongan. Dua diantaranya terpaksa dilumpuhkan arena berusaha melawan. Dari lima kawanan ini, satu diantaranya masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan di mapolres menjelaskan, kawanan perampokan spesialis rumah kosong ini telah melakukan dua kali aksinya di wilayah Kabupaten Pekalongan.

"Mereka baru satu bulan domisili di sini (Kabupaten Pekalongan), dan dua kali melakukan aksi pencurian di rumah yang tinggalkan pemiliknya," kata Wawan Kurniawan.

Keempat pelaku yang berhasil diamankan polisi yakni RH (38), RA (32), BL (24) ketiganya warga Desa Air Bening Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, dan OS (42)warga Kampung Rambutan Jakarta Timur.
Penjahat Lintas Provinsi Dibekuk di PekalonganFoto: Robby Bernardi/detikcom

Kepolisian menyebut komplotan ini dengan sebutan Kelompok Palembang yang berjumlah lima orang. Namun saat usai melakukan aksi yang pertama, satu pelaku yang kini masih dalam pengejaran polisi, pulang terlebih dahulu.

Ditambahkan Kapolres Pekalongan, para pelaku memanfaatkan rumah yang ditinggal penghuninya dalam melakukan aksinya. Sebelum melakukan aksi perampokan, dua pelaku terlebih dahulu survai untuk memastikan rumah calon korbannya kosong saat siang hari.

Dihadapan petugas RH, salah satu pelaku yang juga warga palembang ini mengaku dirinya baru dua kali melakukan aksinya di wilayah pekalongan.

"Kita ambil dari rumah kosong, kita survai dulu," katanya.

Tertangkapnya empat pelaku ini berawal dari laporan korban yang kehilangan barang dan uang dengan kondisi jendela rumah rusak, saat ditinggal kerja.

"Kita terima laporan langsung melakukana pelacakan. Kita amankan kemarin saat keempatnya tengah berada di jalan dan kita dapati barang bukti alat yang digunakan aksi didalam jok motor," jelas AKBP Wawan Kurniawan.

Dari tangan pelaku berhasil diamankans ebagai barang bukti yakni dua buah sepeda motor yang digunakan untuk pelaku, uang tunai Rp 1,85 juta, linggis kecil, Obeng, tang dan belati.

"Kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima hingga sembilan tahun penjara," jelas Wawan.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed