DetikNews
Senin 08 Januari 2018, 10:33 WIB

Ada Demo Pelarangan Cantrang, Arus Lalin di Pantura Rembang Terblokir

Arif Syaefudin - detikNews
Ada Demo Pelarangan Cantrang, Arus Lalin di Pantura Rembang Terblokir Demo protes pelarangan cantrang di Pantura Rembang hari ini. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Massa pendemo penolak pelarangan jaring cantrang di Rembang sudah mulai bergerak pagi ini. Jalur pantura dibuat lumpuh karena massa menyesaki dan memblokir badan jalan.

Pantauan di lapangan, Senin (8/1/2018) sekitar pukul 10.00 WIB, massa melakukan aksi longmarch sepanjang 1 kilometer dari kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Kecamatan kota Rembang menuju kantor DPRD Rembang. Akibatnya lalu lintas di pantura menjadi macet baik dari arah Semarang maupun Surabaya.

Sambil membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan permintaan pelegalan kembali penggunaan jaring cantrang, massa terus melantunkan sholawatan.

Untuk menyiasati kemacetan, polisi mengalihkan arus lalu lintas. Dari arah Semarang diarahkan berbelok di Jalur Desa Waru Kecanatan kota Rembang. Sedangkan dari arah Surabaya kendaraan dialihkan melalui jalur lingkar Tireman.

Kemacetan kian menjadi saat massa tiba di depan kantor DPRD rembang. Antrean kendaraan imbas dari aksi baik dari arah Semarang maupun Surabaya sepanjang 1 kilometer.

Massa memenuhi badan jalan Pantura Rembang.Massa memenuhi badan jalan Pantura Rembang. Foto: Arif Syaefudin/detikcom


"Kami aksi damai saja di sini. Kalaupun jalur macet, itu hanya bagian kecil dari penderitaan kami. Kalau macet hanya beberapa jam saja, tapi pekerjaan kami saat ini sudah macet dan mau sampai kapan kita seperti ini," ujar Suyoto ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Rembang dalam orasinya di atas truk.

Massa terus menyuarakan aspirasi mereka. Menuntut jajaran DPRD Rembang mewakili suara masyarakat nelayan agar mengusulkan pencabutan Permen KP nomor 71 Tahun 2016 yang dianggap menyengsarakan kaum nelayan.

"Jika berbicara soal cantrang, kita bicara soal NKRI, kita bicara soal kekayaan negara, kita bicara soal rakyat. Dari cantrang kita hidup, dari cantrang kita bisa menjadikan para jajaran legislatif duduk di kursi empuk," tuturnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed