DetikNews
Senin 08 Januari 2018, 09:16 WIB

Meski Dukung Menteri Susi, Nelayan Jepara Masih Pakai Cantrang

Wikha Setiawan - detikNews
Meski Dukung Menteri Susi, Nelayan Jepara Masih Pakai Cantrang Kapal nelayan di Jepara. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Nelayan di Jepara menyatakan dukungan untuk kebijakan pelarangan cantrang dan alat tangkap ikan tak ramah lingkungan. Namun, hingga saat ini, penggunaan cantrang masih dilakukan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara, Sudiyatno menuturkan bahwa di Kabupaten Jepara hanya 12 kapal nelayan yang menggunakan cantrang saat melaut. Itu pun kapal di bawah 10 Gross Tonage (GT). Sedangkan ribuan nelayan kecil masih menggunakan alat semacam pukat harimau dan arat.

Jumlah nelayan di kabupaten ini, papar dia, ada sekitar 13 ribu lebih dengan 3 ribu lebih kapal. Untuk saat ini yang sudah mendapat bantuan alat ramah lingkungan baru sekitar 554 nelayan.

"Di Jepara hanya ada 12 kapal nelayan yang menggunakan cantrang. Itu pun di bawah 10 GT. Jadi, pelarangan cantrang tidak terlalu berpengaruh di Jepara. Justru kami mendukung," ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (8/1/2018).

Menurutnya, kebijakan pelarangan penggunaan cantrang dan alat tak ramah lingkungan lainnya tidak membuat gejolak di Jepara.

"Tidak ada unjuk rasa di Jepara. Sebenarnya kita sepakat dengan kebijakan itu. Terkait masih adanya penggunaan cantrang, kita menunggu bantuan dan kebijakan arah politik ke depan," lanjutnya.

Sudiyatno berharap setelah larangan penggunaan cantrang mulai diberlakukan, akan mendongkrak ikan hasil tangkapan nelayan. Selain itu, sumberdaya perairan akan terjaga kelestariannya.

"Larangan penggunaan cantrang itu kan untuk anak cucu agar tetap bisa menikmati sumberdaya perairan. Tapi kebijakan itu perlu didukung dengan berbagai ilustrasi yang lain misalnya bantuan alat dan monitoring lapangan," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed