DetikNews
Selasa 02 Januari 2018, 12:57 WIB

Hujan Semalaman, Jalanan Desa di Rembang Putus

Arif Syaefudin - detikNews
Hujan Semalaman, Jalanan Desa di Rembang Putus Jalan desa di Rembang yang terputus karena longsor. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Jalanan Desa Woro di Kecamatan Kragan, Rembang putus akibat longsor dini hari tadi. Longsor terjadi akibat derasnya hujan yang mengguyur selama semalamam.

Longsor sepanjang 19 meter dengan ketinggian tebing 5,9 meter. Lebar jalan yang semula sekitar 4 meter kini tersisa hanya sekitar 50 cm.

Akibatnya lalu lintas di jalanan tersebut kini lumpuh. Hanya pengendara roda dua yang dapat melintasi jalur tersebut itupun dengan dituntun. Untuk jalur yang lebih layak, pengendara harus memutar jalur lebih kurang 5 kilometer.

"Jalur ini menghubungkan antara Desa Woro dengan dukuh Ngablak, Rambit, Tegalsruan. Untuk memutar di jalur lain harus menyebrang Desa tetangga, sekitar 5 kilometer jauhnya," jelas Kepala Desa Woro, Rasidan, Selasa (2/1/18).

Rasidan menjelaskan, kejadian semacam ini bukan kali pertamanya terjadi. Pada tahun 2014 silam, di lokasi yang sama juga pernah terjadi longsor yang sama.

"Semalam hujan mulai habis isya' sampai Selasa dini hari. Ini kita minta bantuan BPBD, dan jajaran lainnya untuk bisa mengataai jalur ini. Karena bahaya kalau malam ini tudak ada penerangan sedangkan yang melintasi jalur ini cukup banyak tiap harinya," jelasnya.

Selain di lokasi tersebut, Rasidan menjelaskan ada juga titik longsor lainnya di Desa Woro. Terjadi di Dukuh Ngablak, namun tak separah yang berada di Jalur Desa Woro, Kecamatan Krgaan, Rembang.

Sementara itu, kepala BPBD rembang, Purwadi Samsi yang melakukan kunjungan ke lokasi mengaku akan melakukan pengurukan tanah terlebuh dahulu menggunakan karung, untuk penanganan jangka pendek.

"Sementara kita belikan tanah tras dulu lalu dibungkus karung untuk menimbun lokai longsor. Karena ini rawan kalau tidak segera ditangani," tuturnya.

Penanganan jangka panjangnya, ia akan mengusulkan pembangunan talud di sepanjang lokasi yang longsor tersebut menggunakan dana APBD perubahan pertengahan tahun mendatang.

"Ada 300 sak karung yang kami bawa dan tras untuk menguruk tanah. Kami juga melibatkan warga sekitar untuk bisa membantu dalam penanganan ini. Semoga bisa segera tertangani," paparnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed