DetikNews
Jumat 22 Desember 2017, 19:17 WIB

Banyak Wifi di Malioboro, Tapi Saling Ngejam

Edzan Raharjo - detikNews
Banyak Wifi di Malioboro, Tapi Saling Ngejam Foto: Edzan Raharjo/detikcom
yogyakarta - Ada banyak Wifi di kawasan Malioboro Yogyakarta. Namun jaringan yang tersedia itu belum tentu bisa digunakan untuk internet. Hal ini karena banyaknya penyedia jasa Wifi yang saling bersaing hingga terjadi saling ngejam.

"Banyak sekali penyedia jasa Wifi sehingga mereka bersaing saling ngejam. Wifinya ada tetapi internetnya dijam," kata Rony Primanto pada 'Workshop Penyempurnaan Raperda Inisiatif DPRD DIY', Jumat (22/12/2017).

Rony mengatakan Malioboro yang merupakan tempat wisata yang dianggap seksi untuk kegiatan promosi sehingga banyak terjadi persaingan. Menurutnya di Malioboro banyak penyedia jasa Wifi yang saling bersaing.

"Masing-masing dari mereka besar-besaran sinyal. Sehingga meski Wifi ada tetapi kadang-kadang internet tidak ada karena aksesnya tertutup oleh banyaknya Wifi," katanya.

Dia mengatakan penyedia jasa Wifi tersebut seperti dari hotel-hotel, pemerintah, pengusaha-pengusaha dan lainya. Oleh karena banyak penyedia, justru saling bertabrakan di beberapa titik. Terutama dititik-titik yang banyak pengguna yang mengakses. Agar nantinya masyarakat dapat memanfaatkan secara lebih baik, maka akan dirubah akan diatur.

"Nanti akan kita rubah sistemnya, kapasitas kita tingkatkan. Kalau sekarang siapa saja bisa masuk, nanti harus daftar dulu sehingga akan terdaftar penggunaanya untuk apa. Sehingga jika akan dikembangkan kontennya akan lebih gampang," katanya.

Sementara untuk wilayah DIY yang masih blank jaringan internet ada sekitar 20%. Kebanyakan berada di wilayah pegunungan atau pinggiran seperti seperti di Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo. Pemerintah akan menggandeng swasta agar daerah-daerah yang masih blank internetnya bisa diatasi. Dengan demikian semua wilayah DIY nantinya bisa menikmati layanan internet.

Sementara itu Ketua komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menambahkan tahun 2018 ada 112 titik free Wifi plus internet yang akan dibangun di DIY. Untuk mendidik masyarakat dalam penggunaan internnet yang sehat akan didirikan 78 titik yang menjadi tempat untuk literasi media sosial. Ditargetkan akan ada 7.800 kader yang dididik untuk membangun penggunaan internet yang sehat dan waras.

DPRD DIY juga akan mendorong dan mengawal terwujudnya Integrated Development Management Centre berbasis IT yang menjadi titik database data dan informasi untuk pelayanan publik. Dengan layanan terintegrasi berbasis IT ini diharapkan semakin memudahkan pelayanan terhadap masyarakat.

"Kita dorong Pemda untuk membangun pelaporan secara elektronik, misal melihat jalan tidak bagus di foto saja kemudian disampaikan lewat aplikasi, kemudian dinas akan merespon sesuai peraturan perundang-undangan," katanya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed