DetikNews
Rabu 20 Desember 2017, 16:48 WIB

Wakil Komisi X DPR Raih Gelar Doktor di Undip Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Wakil Komisi X DPR Raih Gelar Doktor di Undip Semarang Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih raih gelar Doktor di Undip Semarang.Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih mendapatkan gelar Doktor Ilmu Lingkungan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Ia membahas soal penyelamatan lingkungan melalui anggaran.

"Lulus dengan nilai memuaskan," kata ketua sidang promosi doktor sekaligus Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof Dr Ir Purwanto, DEA di Ruang Sidang Utama, Gedung A Lantai 1, Sekolah Pascasarjana Undip, Semarang, Rabu (20/12/2017).

Fikri melakukan penelitian dan membuat judul disertasi "Kajian Kebijakan Anggaran Berbasis Lingkungan (green-budgeting) di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah". Ia mengatakan penelitiannya membutuhkan waktu total 1 tahun namun berjeda dalam 2 periode kepemimpinan Gubernur Jateng mulai dari Bibit Waluyo hingga Ganjar Pranowo.

Politisi PKS tersebut menyelesaikan masa studinya cukup lama karena mengambil cuti dan mengemban tugas sebagai anggota DPR RI. Studi diselesaikan selama 6 tahun 3 bulan di Undip.

"Penelitiannya hanya 1 tahun tapi studinya yang lama. IPK 3,7," kata Fikri.

Fikri menjelaskan penyelamatan lingkungan dalam aspek anggaran belum sesuai dengan Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Temuan di Jateng ada mekanise yang tidak sepenuhnya dilakuan," katanya.

Dari penelitian yang dilakukan di Jawa Tengah, alokasi APBD untuk penyelamatan lingkungan hanya 0,4 persen selama 10 tahun. Bahkan secara nasional, Indonesia lebih rendah dari Afrika Selatan.

"Indonesia lebih rendah dari Afrika yang mengalokasikan 1 sampai 2 persen, kita hanya 0,9 persen dari APBN. Itu masih dibebani belanja pegawai, belanja barang dan jasa," terang Fikri.

Ia berharap penelitiannya bisa berguna adan ada pernyataan resmi untuk anggaran lingkungan hidup. Selain itu komunitas dan pegiat lingkungan juga harus lebih didengar suaranya dan sarannya.

"Saya harap penelitian ini bisa bermanfaat untuk Jawa Tengah dan Indonesia," jelas pria kelahiran Tegal itu.

Dalam ujian terbuka tersebut, hadir promotor dan co-promotor, Prof Sudharto P Hadi, MeS, Ph D dan Dr Hartuti Purnaweni, MPA Hadir juga Sekda Provinsi Jateng, Dr Sri Puryono, MP sebagai penguji eksternal.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed