Menteri Lukman Ajak Masyarakat Hormati Silang Pendapat Soal LGBT

Usman Hadi - detikNews
Senin, 18 Des 2017 13:06 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
sleman - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan banyak pandangan berbeda terkait Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat tersebut.

"Menurut hemat saya masing-masing pandangan (terkait LGBT) harus saling dihormati dan dihargai," kata Lukman kepada wartawan di sela-sela Gebyar Kerukunan 2017 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (18/12/2017).

Lukman menerangkan memang ada keragaman pandangan terkait LGBT. Perbedaan pendapat ini terjadi di antara pemuka agama, akademisi dan para ahli. Di antara para ahli kejiwaan, ahli sosial dan ahli kesehatan pun pandangannya beragam.
Menag meresmikan sejumlah KUAMenag meresmikan sejumlah KUA Foto: Usman Hadi/detikcom

"Ada yang mengatakan bahwa itu (LGBT) terjadi karena penyimpangan, itu terjadi karena masalah sosial, sehingga lalu kemudian itu dianggap (salah). Tetapi juga ada yang menganggap bahwa ini kutukan Tuhan, begitu," paparnya.

"Tetapi ada yang mengatakan tidak, itu takdirnya. Karena ada orang sejak lahir sudah seperti itu. Beragam pandangan terkait (LGBT) ini," lanjutnya.

Karena banyak pandangan terkait LGBT, kata Lukman, yang menjadi masalah adalah bagaimana masyarakat menyikapi adanya LGBT. Walaupun dalam pandangan agama dan hukum LGBT tidak dibenarkan, Lukman menolak bila mereka harus didiskriminasi.

"Maka menurut hemat saya mereka harus dirangkul, mereka harus diayomi, bukan justru malah dijauhi, bukan justru malah dikucilkan dan seterusnya. Justru kewajiban kita para penganut agama mengajak (mereka kembali ke ajaran agama)," katanya.

Di tempat itu, Lukman melaunching e-government Kanwil Kemenag DIY. Sistem e-government ini rencananya mulai diterapkan di tahun 2018.

"Saya datang ke sini dalam rangka meluncurkan e-government," kata Lukman dalam sambutannya di acara Gebyar Kerukunan 2017 itu.

Menurutnya, peluncuran e-government ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik di Kanwil Kemenag DIY. Dengan e-government ini berbagai program Kanwil Kemenag DIY agar bisa langsung dipantau masyarakat.

"(E-government) sekaligus sebagai fungsi pengontrolan termasuk pengawasan. Dengan mudah, dengan murah, dengan cepat kita bisa mengetahui bagaimana kinerja masing-masing ASN," paparnya.

Dalam penerapan e-government ini, pihaknya juga akan berupaya mengembangkan berbagai sistem. Salah satunya sistem pengendalian internal pemerintah (SPIP).

"Kita juga akan meluncurkan e-audit, juga ada e-rpd (rencana penarikan dana)," jelasnya.

Selain melaunching e-government yang akan diterapkan di Kanwil Kemenag DIY, dalam kesempatan ini Lukman juga meresmikan sejumlah gedung. Di antaranya Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji SBSN dan KUA.
Menag menyerahkan bantuan kepada siswaMenag menyerahkan bantuan kepada siswa Foto: Usman Hadi/detikcom

Kemudian Lukman juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar Madrasah non tunai kepada siswa-siswi madrasah. Selanjutnya Lukman juga mengukuhkan agen perubahan dan memberikan penghargaan publikasi award. (bgs/bgs)