DetikNews
Kamis 14 Desember 2017, 13:27 WIB

Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di Batang Jadi 2 Orang

Robby Bernardi - detikNews
Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di Batang Jadi 2 Orang Lokasi jasad korban Slamet dikubur oleh pelaku. Foto: Robby Bernardi
Batang - Korban pembunuhan yang dilakukan dukun penggandaan uang, Muslimin (45) di Batang bertambah menjadi dua orang. Korban kedua bernama Slamet (50) ditemukan sudah dikubur oleh pelaku di sebuah lahan perkebunan.

"Dari hasil pengembangan, ada satu korban lagi dari aksi pelaku itu," kata Kapolsek Gringsing AKP Sugiyanto, saat dihubungi detikcom, Kamis (14/12/2017)

Terungkapnya korban kedua dari aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Muslimin (45), merupakan hasil penyelidikan dan pengakuan istri tersangka, yakni Sawiyah (42).

Sawiyah pula yang menunjukan tempat di mana korban Slamet dikuburkan. Slamet alias Sugeng merupakan warga Dukuh Sambungrejo RT 01/RW 03, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing.

"Korban atas nama Slamet ini diketahui dikubur oleh pelaku di lahan perkebunan sengon ikut Dukuh Sambungrejo Desa Sawangan," jelas Sugiyanto.

"Pembongkaran kuburan yang diduga kuburan korban (Slamet) dilakukan oleh tim DVI Polda Jateng," lanjutnya.

Sementara itu, sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas kepolisian menjaga rumah pelaku. Rumah pelaku sendiri saat ini tidak berpenghuni, mengingat istri pelaku, yakni Sawiyah, tengah dilakukan peneriksaan lebih lanjut oleh polisi.

"Untuk motif yang temuan kedua ini (Slamet), masih dilakukan pendalaman lebih lanjut," jelas Sugiyanto.

Sebelumnya diberitakan polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Restu Novianto (37), warga Plelen Lor, Gringsing, yang menghilang sejak 15 November 2017 lalu.

Pelaku, yakni Muslimin saat ditemui detikcom di Mapolres Batang, pada Selasa (12/12), mengaku membunuh satu orang, tak ada korban lainnya.

"Dia (korban Restu) minta Rp 1 triliun. Saya ditagih terus saat itu. Langsung saya tendang, saya pukul, saya masukkan ke lubang itu," katanya.

Tubuh Restu yang saat itu pingsan akibat pukulan Muslimin dikubur di lahan kebun sengon.

"Ini baru satu orang Pak," katanya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed