DetikNews
Rabu 06 Desember 2017, 12:44 WIB

Tak Punya Ahli Waris, BPR Sinar Baru Perkasa Solo Ditutup OJK

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Tak Punya Ahli Waris, BPR Sinar Baru Perkasa Solo Ditutup OJK Ilustrasi (Foto: Muhammad Ridho)
Solo - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sinar Baru Perkasa di Solo. Pencabutan izin dilakukan lantaran pihak manajemen tidak dapat mengelola bank dengan baik dan tak segera bisa menunjuk ahli waris.

Kepala OJK Surakarta, Laksono Dwionggo, mengatakan pengelolaan BPR terus menurun sejak Pemegang Saham Pengendali meninggal pada 2007. Manajemen tidak juga menentukan ahli waris yang memimpin BPR.

"Ahli waris ini kan kesepakatan keluarga. OJK sudah memanggil anak-anaknya tapi tidak juga diputuskan. Akibatnya BPR tidak bisa menggelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Kalau tidak dikelola dengan baik kan lama-lama pasti menurun," kata Laksono dalam jumpa pers di kantor OJK Surakarta, Rabu (6/12/2017).

BPR di Jalan Agus Salim no 17 Laweyan, Solo itu telah masuk dalam status pengawasan khusus sejak 10 Mei 2017. OJK juga telah memberi kesempatan selama 180 hari untuk melakukan penyehatan, namun tidak kunjung membaik.

"Sampai batas waktu yang ditentukan, 5 November lalu, BPR tidak bisa memenuhi Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) paling kurang sebesar 4 persen," ujarnya.

Dengan pencabutan ini, BPR/BPRS di Solo kini berjumlah 81 perusahaan. Menurut Laksono, saat ini belum ada BPR/BPRS lain yang masuk dalam status dalam pengawasan.

Nasabah BPR Sinar Baru Perkasa diminta tenang karena dana masyarakat di bank itu dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Laksono meyakini proses klaim nasabah akan berlangsung lancar.

"Nasabah yang menyimpan tabungan di situ hanya beberapa yang aktif. Kredit yang masih ada di masyarakat juga tidak banyak. Mudah-mudahan tidak ada klaim yang berlebihan," tutupnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed