DetikNews
Jumat 01 Desember 2017, 22:15 WIB

Kata Pakar Soal Munculnya Luapan Air Mirip Danau di Gunungkidul

Usman Hadi - detikNews
Kata Pakar Soal Munculnya Luapan Air Mirip Danau di Gunungkidul Luapan air mirip danau di Gunungkidul. Foto: Usman Hadi
Gunungkidul - Muncul genangan air menyerupai danau di Gunungkidul saat banjir melanda. Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebutnya sebagai fenomena biasa yang terjadi di kawasan karst.

"Itu adalah fenomena yang umum terjadi di Kawasan Karst," kata Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Ahmad Cahyadi saat dihubungi wartawan, Jumat (1/12/2017).

Penyebabnya, kata Ahmad adalah karena sungai bawah tanah meluap sehingga muncul ke permukaan.

Menurutnya, luapan air jernih yang muncul ke permukaan nantinya akan surut kembali. Surutnya luapan air, kata Ahmad, akan terjadi bila aliran sungai bawah tanah kembali normal.

"Jadi kemungkinan (luapan air menyerupai danau) hanya berlangsung sementara. Ya (airnya) seperti mengantre untuk dialirkan ke sungai bawah tanah," paparnya.

Sementara Dukuh Wediwutah, Diarto menerangkan, luapan air menyerupai danau di Wediwutah mulai terjadi Rabu (29/11/2017). Akibatnya sekitar 30 hektare lahan pertanian warga tergenang air.

Ketinggian air berwarna bening kehijauan ini kira-kira 20 meter. Ukuran ketinggian genangan, kata Diarto acuannya adalah tiang listrik di area luapan yang tergenang air hingga tak terlihat.

"Hari ini airnya mulai surut sekitar 30 centimeter lah. Meski surut warga tetap waspada, karena warga khawatir genangan air menyerupai danau ini meluap dan masuk ke rumah-rumah warga," jabarnya.

Sebagaimana diketahui, banjir melanda Gunungkidul, Selasa (28/11). Sehari setelahnya muncul genangan air bening menyerupai danau di Dusun Wediwutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Gunungkidul.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed