DetikNews
Kamis 23 November 2017, 19:43 WIB

Undip Berikan Anugerah Honoris Causa kepada Bos Charoen Pokphand

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Undip Berikan Anugerah Honoris Causa kepada Bos Charoen Pokphand Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
semarang - Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Prof. Dr. Yos Johan Utama SH, M.Hum. menganugerahkan gelar kehormatan doktor honoris causa kepada pengusaha bidang peternakan, yaitu Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Tjiu Thomas Effendy SE, MBA.

Penghargaan tersebut diberikan dalam bidamg Ilmu Sosial Ekonomi Peternakan. Yos Johan mengatakan pemberian gelar tersebut melalui proses yang ketat.

"Penganugerahan doktor HC ini sudah melalui rangkaian proses yang ketat," kata rektor Undip dalam acara penganugerahan di gedung Prof Sudarto Undip, Kamis (23/11/2017).

Menurut Yos Johan, Thomas dikenal dengan keilmuannya di bidang peternakan karena inovasinya di bidang industri pakan ternak dan pengolahan daging ayam.
Tjiu Thomas Effendy. menyampaikan pidato ilmiahTjiu Thomas Effendy. menyampaikan pidato ilmiah Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Inovasi Thomas di bidang peternakan sudah dituangkan dalam karya ilmiah yang diuji Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip. Tidak hanya itu, keilmuan Thomas juga diuji oleh Senat Akademik Undip sebanyak 71 orang yang hampir separuhnya adalah guru besar.

"Ini diuji oleh Dewan Guru Besar. Kemudian diminta membuat intisari karyanya. Dicek kata demi kata, jadi tidak main-main," pungkas Yos Johan.

Ketua Senat Undip, Prof Sunarso mengatakan, pemberian gelar doktor HC untuk kalangan pengusaha memang baru kali ini diberikan oleh Undip. Terakhir, gelar tersebut diberikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

"Untuk kalangan businessman baru kali ini," kata Sunarso.

Dalam upacara penganugerahan gelar kehormatan tersebut, Thomas membawakan pidato ilmiah berjudul "Pengembangan Pola Kemitraan Usaha Peternakan Ayam Pedaging Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Produksi Unggas Nasional".

Pola kemitraan itulah inovasi Thomas yang membuat pengusaha ternak di Indonesia bisa bangkit ketika krisis ekonomi 1998 atau bahkan saat wabah flu burung melanda tahun 2004 sampai 2007.

"Pola kemitraan meminimalisir risiko usaha plasma seperti fluktuasi harga yang merugikan peternak. Kini kami memiliki 12 ribu peternak plasma yang menjadi mitra," kata Thomas.

Sosok Thomas merupakan pria kelahiran Pontianak 30 Januari 1958 dan pernah berkuliah di The University of City of Manila, Filipina. Thomas mengawali karirnya di PT Charoen Pokphand Indonesia sejak 1980 di posisi finance. Karirnya terus naik hingga tahun 2016 ayah dua anak itu memimpin sebagai Presdir.
(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed