DetikNews
Senin 20 November 2017, 17:05 WIB

Didatangi Massa Buruh, Bupati Semarang Naikkan Usulan UMK

Eko Susanto - detikNews
Didatangi Massa Buruh, Bupati Semarang Naikkan Usulan UMK Foto: Eko Susanto/detikcom
semarang - Massa buruh kembali mendatangi kantor Bupati Semarang. Setelah dilakukan pertemuan, akhirnya Upah Minimum Kabupaten (UMK) mengalami kenaikan sebesar Rp 3.010 dari yang diusulkan sebelumnya.

Bupati Semarang, Mundjirin menyepakati adanya revisi kenaikan sebesar Rp 3.010 dengan ditambahkan sebelumnya Rp 1.896.989,5 sehingga dibulatkan menjadi sebesar Rp 1,9 juta.

Massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pekerja Ungaran (Gempur), mendatangi kantor Bupati Semarang, Senin (20/11/2017) siang. Massa buruh, seperti sebelumnya terlebih dahulu kumpul di Stadion Wujil dan melakukan konvoi menuju Kantor Bupati Semarang di Jalan Diponegoro No 14, Ungaran.

Perwakilan massa buruh diterima Bupati Semarang Mundjirin, Sekda Gunawan Wibisono, Kepala Dinas Tenaga Kerja M. Riyanto dan Kepala Kesbangpol Haris Pranowo. Pertemuan selama lebih kurang 1,5 jam.

Salah satu Presidium Gempur, Sumanta mengatakan,dengan berat hati menerima hasil pertemuan yang berlangsung sejak pukul 12.30 WIB itu.

"Kami diterima Pak Bupati, Pak Sekda, Pak Kepala Dinas, setelah pertemuan dinaikan menjadi Rp 1,9 juta dari tuntutan kami sebesar Rp 2,5 juta. Dengan berat hati, kami menerima karena tidak ada pilihan lain," kata Sumanta usai melakukan pertemuan di Kantor Bupati Semarang, Senin (20/11/2017).

UMK hasil revisi ini, kata dia, nanti pada pukul 00.00 WIB, akan ditetapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Untuk itu, pihaknya akan menyelesaikan administrasi termasuk berita acara hasil pertemuan yang nanti secepatnya dikirim menuju Provinsi Jateng.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Bupati Semarang Mundjirin telah mengusulkan besar UMK kepada Gubernur Jateng untuk ditetapkan sebesar Rp 1.896.989,5. Atas usulan tersebut, massa buruh tergabung dalam Gempur menolaknya. Buruh mengusulkan besarnya UMK sebesar Rp 2.516.636,5. Usulan tersebut telah disampaikan saat melakukan aksi pada, Jumat (17/11/2017).

Namun demikian, dalam pertemuan yang berlangsung, Senin (20/11/2017), Bupati Semarang menyepakati adanya revisi kenaikan sebesar Rp 3.010 dengan ditambahkan sebelumnya Rp 1.896.989,5 sehingga dibulatkan menjadi sebesar Rp 1,9 juta.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed