DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 11:17 WIB

Cilacap Banjir, Ratusan Warga Tinggal di Pengungsian

Arbi Anugrah - detikNews
Cilacap Banjir, Ratusan Warga Tinggal di Pengungsian Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Cilacap - Banjir yang melanda Dusun Margasari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ratusan warga tinggal di tempat pengungsian menunggu air surut.

Banjir terjadi sejak hari Rabu, 15 November 2017. Banjir menggenangi rumah warga. Hingga memasuki hari ketiga hari ini, Sabtu (18/11/2017), sebanyak 321 warga masih bertahan di tempat pengungsian. Puluhan rumah tergenang. Air dengan ketinggian di atas 1 meter masih menggenang hingga pekarangan dan di dalam rumah.

"Perkembangan hari ini air hanya surut 20 cm dari ketinggian 1 hingga 1,8 meter. Artinya kondisi tersebut belum memungkinkan pengungsi untuk kembali ke rumah masing masing. Pengungsi masih bertahan di pengungsian," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Martono saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/11/2017).

Menurut dia, banjir yang terjadi di wilayah tersebut akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan tanggul yang ada di Sungai Cipaganjing jebol. Setidaknya terdapat sekitar 5 titik tanggul dengan panjang sekitar 10 meter yang jebol. Luapan air sungai masuk ke dusun atau pemukiman.

"Kegiatan hari ini masih tanggap darurat akibat 5 titik tanggul dari anak Sungai Citanduy yang jebol. Hari ini akan diadakan kerja bakti melibatkan lintas sektoral, dari BBWS Citanduy, TNI, BPBD, Polri, relawan dan masyarakat selama 3 hari, Sabtu, Minggu dan Senin," katanya.

Dia menjelaskan, terdapat 89 rumah yang terendam banjir. Para pengungsi yang tinggal di pengungsian, masih jauh dari layak, karena dari 1 rumah dapat dihuni hingga 20-25 jiwa dan hanya 1 sarana MCK. Selain rumah warga, pengungsi juga ada yang tinggal di masjid ataupun sekolah.

"Dari pada mereka harus tinggal ditanggul, lebih baik mereka dititipkan rumah rumah penduduk tidak terdampak, ya mohon kebersaamaan saling berbagi untuk menghindari serangan ular yang pada naik saat banjir. lebih baik tidak mengungsi di tanggul," katanya.
Ratusan warga tinggal di pengungsianRatusan warga tinggal di pengungsian Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Dari ratusan pengungsi tersebut lanjut dia, juga terdapat kelompok rentan seperti anak anak, wanita hamil, balita menyusui dan manula.

"Di sini ada anak anak, balita menyusui, wanita hamil, manula yang sakit. Mereka kita prioritaskan mendapatkan layanan secara maksimal," ucapnya.

Dia mengungkapkan untuk logistik makanan tidak mengalami kekurangan. Namun untuk obat obatan seperti salep gatal, minyak kayu putih belum tersedia banyak, kalaupun ada jumlahnya terbatas.
(arb/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed