DetikNews
Sabtu 18 November 2017, 00:12 WIB

Gubernur DIY Tidak Tahu Yogya Masuk Kota dengan Toleransi Rendah

Usman Ha - detikNews
Gubernur DIY Tidak Tahu Yogya Masuk Kota dengan Toleransi Rendah Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Setara Institute memaparkan hasil kajian indeks isu praktik toleransi di 94 kota di Indonesia belum lama ini. Hasilnya Jakarta menduduki peringkat pertama dengan toleransi rendah. Selain Jakarta, kota dengan toleransi rendah salah satunya adalah Yogyakarta.

Menanggapi hal ini, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bila dia tidak tahu dengan hasil kajian tersebut.

"Saya tidak tahu ya. Semua itu bisa terjadi saja, tetapi itu (kajian Setara Institute) perkiraan atau survei saya tidak tahu," kata Sultan seusai acara Milad Muhammadiyah ke-105 di Keraton Ngayogyakarta, Jumat (17/11/2017) malam.

Baca juga: Setara: DKI Jadi Kota dengan Toleransi Terendah di Indonesia


Menurutnya, informasi yang dipaparkan Setara Institute berbeda dengan informasi yang pihaknya peroleh. Sebab, kata Sultan, tiga tahun terakhir ini Yogyakarta selalu menempati peringkat pertama dengan tingkat toleransi tinggi.

"Saya enggak tahu yang benar yang mana dulu," tambah Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Baca juga: Solo Ada di 10 Besar Daerah Paling Toleran, Ini Kata Wali Kota Rudy


Saat ditanya apakah hasil kajian Setara Institute bisa merusak citra Yogyakarta, Sultan enggan menganggapi. Karena menurutnya, berdasarkan hasil kajian yang pihaknya peroleh, Yogya masih dianggap kota yang toleran.

"Saya enggak tahu itu. Benar tidak saya tidak tahu, karena saya dapat (informasi tingkat toleransi) nomor satu," pungkas dia.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed