DetikNews
Kamis 16 November 2017, 08:15 WIB

Mahasiswa UGM Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Hidrogen

Bagus Kurniawan, Sukma Indah Permana - detikNews
Mahasiswa UGM  Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Hidrogen Foto: Humas UGM
Sleman - Di Indonesia ada sekitar 1.599 perusahaan sawit. Namun limbah sawit cair berupa Palm Oil Mill Effluent (POME) itu belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal sekitar 27 % dari total limbah tersebut potensial untuk dijadikan sebagai bahan bakar energi terbarukan.

Ternyata limbah sawit cair tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi gas hidrogen. Enam orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Green Energy mencoba memanfaatkan limbah sawit cair itu jadi gas hidrogen melalui proses fermentasi.

"Kita menggunakan mikrobia yang potensial mengolah limbah sait ini menjadi Hidrogen," kata Cahaya Prautama salah satu anggota tim saat menyampaikan hasil penelitian di Kampus UGM, di Bulaksumur Yogyakarta.

Meski tidak menyebutkan jenis mikroba yang mereka gunakan untuk mengolah limbah menjadi hidrogen tersebut, Cahaya mengatakan mikroba tersebut digunakan untuk membantu proses fermentasi limbah sawit dalam menghasilkan hidrogen.

"Gas hidrogen bisa dipanen menggunakan gas Chromatography untuk proses memisahkan gas hidrogen dengan gas lain," paparnya.

Penelitian ini lanjut dia, sudah di uji di berbagai laboratorium Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Fakultas Teknik di kampus UGM selama enam bulan. Hasil riset berupa produk hidrogen ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar dari sumber energi terbarukan. Bahkan hidrogen ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar pembangkit listrik.

"Daya bakarnya 2,75 kali lebih besar dibandingkan minyak bumi atau hidrokarbon," kata mahasiswa Departemen Mikrobiologi, Fakultas Pertanian ini.

Meski penelitian ini masih berlangsung Fano Alfian, anggota tim lainnya mengatakan ia bersama dengan rekan-rekannya tengah berupaya mengembangkan lebih lanjut. Mereka pun berencana menawarkan penelitian ini pada perusahaan industri sawit apabila tertarik menganalisis produksi gas hidrogen dari pabrik sawit mereka.

"Tidak menutup kemungkinan kita pun akan membangun sebuah industri kecil untuk produksi hidrogen," kata mahasiswa Teknik Industri angkatan 2014 ini.

Ide bisnis yang dihasilkan oleh Cahaya Prautama dan fano Alfian bersama keempa rekannya mendapat penghargaan dari Universitas Teuku Umar Awards (UTU Awards). Hasil riset mereka menyisihkan 511 tim dan dinobatkan sebagai juara pertama untuk kategori Riset Unggulan berbasis Kewirausahaan UTU Award yang dilaksanakan pada 9 – 11 November 2017 Meulaboh, Aceh Barat, NAD.
(bgs/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed