DetikNews
Rabu 15 November 2017, 16:55 WIB

Hampir Seluruh Wilayah Boyolali Rawan Bencana

Ragil Ajiyanto - detikNews
Hampir Seluruh Wilayah Boyolali Rawan Bencana Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Boyolali rawan bencana, baik angin ribut, banjir dan tanah longsor. Untuk mengurangi risiko terjadinya bencana di musim penghujan saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali akan mendirikan posko bencana.

"Menghadapi musim penghujan ini, karena hampir semua wilayah Boyolali ini terdampak (rawan bencana). Khususnya bencana angin ribut, seluruh wilayah di Boyolali rawan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Purwanto, Rabu (15/11/2017).

Untuk daerah rawan longsor kata Purwanto, diantaranya Kecamatan Selo, Musuk, Cepogo, Ampel serta Kemusu. Sedangkan Kecamatan Klego merupakan wilayah rawan bencana tanah gerak.

Sedangkan daerah rawan banjir yakni Kecamatan Ngemplak, Sambi, Banyudono, Nogosari bagian selatan dan Kecamatan Juwangi. Banjir terjadi akibat luapan-luapan sungai yang ada di wilayah terdampak.

"Posko bencana akan kita buka mulai 27 November (2017) dan berlaku hingga Maret 2018 mendatang," ujarnya.

Menurutnya posko induk akan berada di kantor BPBD Boyolali. Di masing-masing kecamatan juga akan ada posko. Dengan adanya posko-posko ini diharapkan penanganan bencana alam akan lebih cepat dan dapat meminimalisir korban.

"Jika terjadi bencana alam, nanti dari desa akan melaporkan ke posko tingkat kecamatan. Dari kecamatan kemudian meneruskan laporan itu posko induk di BPBD Boyolali. BPBD akan dapat bertindak cepat dalam menentukan penanganan terhadap bencana yang terjadi," katanya.

Secara terpisah Camat Selo, Jarot Purnama mengatakan daerah rawan longsor, hampir seluruh wilayah di Kecamatan Selo merupakan daerah yang sering terjadi setiap tahun di musim penghujan. Daerah itu berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu.

"Saat musim penghujan khususnya daerah atas (Selo) yang sering kali terjadi longsor," kata Jarot.

Menurutnya ada 10 desa di Kecamatan Selo seluruh rawan terjadi bencana tanah longsor. Pihaknya pun meminta kepada masyarakat untuk tanggap terhadap situasi lapangan.

"Kami mengimbau kepada warga masyarakat yang rumahnya dekat tebing, kalau turun hujan deras untuk waspada dan berada di dekat pintu-pintu akses keluar rumah. Sehingga ketika terjadi sesuatu bisa cepat keluar dari rumah itu," imbau Jarot.

Menurutnya wilayah Selo yang berada di lereng gunung itu memang banyak perkampungan penduduk yang berada di lereng bukit dengan tebing yang tinggi-tinggi. Selain itu banyak rumah yang dekat tebing dengan kemiringan hampir tegak lurus.

Di awal musim hujan ini, tanah longsor juga telah terjadi di Kecamatan Selo. Yakni terjadi di Dukuh Gesikan, Desa Jrakah, Senin (13/11) malam. Longsoran tanah menimpa dapur dan kandang ternak milik Waginem (45). Akibatnya, rumah bagian dapur dan kandang ternak, rusak.

Selain itu, di Dukuh Sepi, Desa Jrakah juga terjadi pohon roboh akibat angin kencang. Pohon itu tumbang menimpa garasi.

"Dari dua kejadian itu tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil.
Selain tanah longsor, wilayah Kecamatan Selo juga rawan bencana angin ribut. Namun yang paling diwaspadai adalah tanah longsor," kata Jarot.




(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed