DetikNews
Rabu 15 November 2017, 11:58 WIB

Di Purworejo, Tabung Gas Elpiji 3 Kg Masih Jadi Rebutan

Rinto Heksantoro - detikNews
Di Purworejo, Tabung Gas Elpiji 3 Kg Masih Jadi Rebutan Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Di wilayah Purworejo, Jawa Tengah gas elpiji 3 kilogram masih langka. Warga pun harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkannya.

Antrean panjang terjadi di sebuah pangkalan Elpiji di jalan S. Parman, Kutoarjo, Purworejo, Rabu (15/11/2017). Pelanggan pun harus rela menunggu lebih dari 1 jam untuk mendapatkannya. Ada warga yang mendapatkan tabung gas 3 kg itu. Namun ada pula yang tidak mendapatkannya, meski sudah antre.

Di tempat salah pangakalan gas eliji, warga yang membeli pun juga dibatasi maksimal 2 tabung. Selain mengantre, nama pelanggan pun harus didaftar terlebih dahulu oleh pemilik pangkalan sebelum mendapatkannya.

Salah satu pelanggan, Sutoyo (60), yang sudah mengantre selama 1 jam lebih namun belum juga mendapatkan tabung gas 3 kg. Dia juga hanya boleh membawa pulang 2 tabung.

"Sudah nunggu 1 jam, nanti nunggu panggilan dulu baru dapat, tapi cuma dapat 2. Saya bawa 4 tabung kosong. Tadi udah nawar biar bisa nambah 1 lagi jadi 3 tabung tapi tetep nggak boleh malah kena marah yang punya pangkalan. Katanya biar adil pelanggan biar dapat semua meskipun sedikit-sedikit," tuturnya.

Hal senasib juga dirasakan oleh seorang ibu rumah tangga, Karti (31), yang rela antre meski hanya ingin menukar 1 tabung gas kosong miliknya. Untuk menyiasati kelangkaan gas melon itu, Karti bahkan harus mempunyai cadangan di rumah agar tidak kehabisan stok.

"Ya sama, harus antre. Ini cuma mau membeli 1 tabung saja. Meski masih ada cadangan di rumah, yang penting jangan sampai kehabisan," katanya.

Sementara itu pemilik pangkalan Elpiji, Setiyono (53), mengungkapkan pembatasan jumlah tabung gas melon yang diberikan untuk para pelanggan semata-mata agar semua pelanggan bisa mendapatkan tabung gas itu. Kelangkaan itu sendiri terjadi dalam 5 bulan terakhir.

"Langka itu sudah sejak sebelum lebaran kemarin, sampai sekarang. Memang saya batasi jumlahnya biar semua dapat, jangan sampai yang satu dapat banyak terus yang lain malah nggak dapat kan kasihan," katanya.

Menurutnya agar bisa merata, dirinya memilih dibatasi pembeliannya maksimal 2 tabung. "Biar rata, sedikit-sedikit bisa dapat semua. Sebelumnya juga harus saya daftar dulu, saya absen dan saya panggil satu per satu," katanya.

Dia mengatakan sebelumnya pangkalan milik Setiyono menyediakan lebih dari 1.000 tabung gas, namun kini hanya kurang dari 300 tabung. Setiap kali datang pasti langsung habis dalam beberapa jam saja.

"Katanya stok dikurangi. Kini hanya beberapa ratus saja jumlahnya dan jelas sangat kurang karena setiap hari pasti langsung habis. Begitu datang langsung diserbu pelanggan," katanya.

Setiyono mengharapkan elpiji 3 kg itu seharusnya hanya boleh dipakai oleh kalangan menengah ke bawah saja karena bersubsidi. Sedangkan untuk kalangan menengah ke atas sebaiknya menggunakan tabung gas warna ungu ukuran 5,5 kg atau warna biru ukuran 12 kg.

"Sebenernya kalau kalangan menengah ke atas mau pakai yang tabung warna ungu atau biru ya mungkin tabung yang 3 kg tidak terlalu langka dan tidak buat rebutan gini," katanya.

Harga gas elpiji 3 kg yang dibanderol hanya 16 ribu per tabung tentunya jadi rebutan karena lebih ekonomis dibandingkan gas 5,5 kg atau 12 kg yang harganya jauh lebih mahal. Pelanggan pun berharap agar kelangkaan gas elpiji 3 kg segera bisa diatasi, sehingga tidak harus mengantre dan bisa mendapatkan jumlah sesuai dengan permintaan pelanggan.




(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed