DetikNews
Selasa 14 November 2017, 15:06 WIB

Berkat Kincir Air, Warga Banjarnegara Tak Lagi Kesulitan Air

Uje Hartono - detikNews
Berkat Kincir Air, Warga Banjarnegara Tak Lagi Kesulitan Air Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Warga di Dusun II, Desa Gumingsir, Banjarnegara sering mengalami kesulitan air di musim kemarau. Wilayah perbukitan mengakibatkan warga sulit mendapatkan sumber mata air. Selain itu, sumuir-sumur yang menjadi sumber air bagi warga juga sering kering.

Upaya mendapatkan air, akhirnya terwujud dengan menggunakan kincir air. Air diperoleh dari memanfaatkan buangan air irigasi di desa itu. Kincir air yang memiliki diamter 3 meter ini mampu mencukupi kebutuhan air 135 KK di Dusun II Desa Gumingsir.

Inovator pembuat kincir air Irhamto mengatakan, warga Desa Gumingsir Kecamatan Wanadadi awalnya warga sempat berencana menyedot mata air yang berada di bawah pemukiman warga setinggi 40 meter dengan menggunakan listrik. Hanya, saja upaya tersebut justru akan memberatkan biaya bagi warga.

"Kalau ada tambahan untuk biaya penyedotan air tentu akan memberatkan pengeluaran warga. Makanya rencana itu terpaksa diurungkan," katanya di lokasi kincir air di Desa Gumingsir Selasa (14/11/2017).

Namun karena Desa Gumingsir merupakan desa terakhir yang dilewati irgasi sebelum masuk ke Sungai Serayu, potensi tersebut yang kemudian dimanfaatkan warga untuk menggerakkan kincir. Di sisi lain pemanfaatan air irigasi ini tidak mengganggu kebutuhan air untuk pertanian.

Irhamto menyampaikan, dengan menggunakan kincir air tersebut warga lebih hemat hingga 90 persen. Sebab, kincir tersebut tidak menggunakan listrik maupun bahan bakar minyak (BBM). Hanya biaya perawatan kincir air setiap bulannya.

"Biaya perawatan diperkirakan hanya membutuhkan Rp 30 ribu per bulan. Jumlah tersebut hanya untuk membeli pelumas kincir," jelasnya.

Menurut Irhamto dengan menggunakan kincir air tersebut tantangannya adalah menyadarkan warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan penanaman pohon di area mata air tersebut.

Tujuannya, kata dia jika warga masih terbiasa membuang sampah di saluran irigasi maka akan menyumbat aliran air untuk menggerakkan kincir. Sedangkan soal penanaman pohon untuk menjaga agar mata air tersebut tidak kering.

Menurutnya adanya kincir air tersebut kesulitan warga di musim kemarau sudah tidak ada lagi. Air tetap ada dan melimpah. Kincir air tersebut mampu menyedot air 30-40 liter per detik.

Salah satu warga Desa Gumingsir Kecamatan Wanadadi, Suharto menambahkan, selama ini warga sering mengalami kesulitan air bersih. Apalagi jika musim kemarau sumur milik warga kering. Adanya kincir air ini mampu mencukupi kebutuhan air warga.

"Untuk biaya perawatan warga hanya dipungut biaya Rp 5 ribu per bulan. Sisanya digunakan untuk kas warga. Ini jauh lebih hemat jika dibanding menyedot air dengan listrik," tuturnya.



(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed