DetikNews
Jumat 10 November 2017, 13:41 WIB

Terancam Perusahaan Modern, Pelaku UMKM Jepara Demo

Wikha Setiawan - detikNews
Terancam Perusahaan Modern, Pelaku UMKM Jepara Demo Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jepara - Ratusan pelaku UMKM di Kabupaten Jepara menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD setempat. Mereka meminta Pemerintah mendukung keberadaan UMKM yang ada di kabupaten ini.

Aksi damai kali ini melibatkan pelaku UMKM diantaranya kerajinan mebel, monel, rotan, genteng dan tenun. Pertama, aksi dilakukan di depan Kantor DPRD dan dilanjutkan di halaman Pemerintah Kabupaten Jepara.

Pelaku usaha kerajinan merasa terancam dengan perusahaan modern, yang bermunculan dua tahun terakhir. Selain minimnya generasi penerus perajin, kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) juga berdampak pada modal produksi.

Koordinator aksi, Saiful Huda mengatakan bahwa pelaku UMKM di Kabupaten Jepara minta diperhatikan oleh pemerintah setempat.

"Jangan sampai kebijakan pemerintah justru membunuh usaha-usaha yang ada di Jepara, termasuk angka upah yang tidak masuk akal," ujarnya, Jumat (10/11/2017).

Menanggapi aksi buruh 30 Oktober 2017 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jepara, Huda menyebut itu tidak murni buruh dari Kota Ukir Jepara. Ada buruh yang berasal luar daerah yang selama ini bekerja di Jepara dan sekitarnya.

"95 persen datang dari Semarang, Demak dan Ungaran. Jadi, kami sepakat UMK Rp 1,7 juta di 2018," tandasnya.

Dalam aksi buruh 30 Oktober lalu, mereka menuntut upah sebesar Rp 2,4 juta/bulan. Sementara para pelaku usaha di Jepara setuju upah sebesar Rp 1,7 juta seperti yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, pemerintah setempat diminta tegas memberlakukan kebijakan yang berpihak bagi pelaku usaha kecil menengah. Pihaknya juga menyatakan Jepara bukan kota industri sehingga tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Melainkan Jepara adalah kota home industri yang sebagian besar pelaku usaha adalah golongan kecil dan menengah.

"Regulasi perusahaan asing atau modern harus jelas. Jangan sampai merugikan pengusaha lokal," pungkas dia.

Usai menyampaikan semua aspirasinya, ratusan masa tersebut kemudian membubarkan diri dengan tertib.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed