21 Usaha Jual Air Pegunungan Muria di Kudus Disegel

Wikha Setiawan - detikNews
Rabu, 08 Nov 2017 14:36 WIB
Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Kudus - Tim Terpadu dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Jateng dan Satpol PP Kabupaten Kudus menyegel 21 tempat penjualan air permukaan dari pegunungan Muria.

Penyegelan tersebut dilakukan karena dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 11/1974 tentang pengairan dan Peraturan Pemerintah Nomor 121/2015 tentang perusahaan sumber daya air.

Sebanyak 21 tempat penjualan air permukaan di Pegunungan Muria tersebar di lima desa yakni Desa Kajar, Desa Colo, Desa Dawe, Desa Piji, dan Desa Rahtawu. Penyegelan juga melibatkan Polri dan TNI.

Koordinator Tim BBWS Pemali Juwana Jateng, Sugiyanto menuturkan usaha penjualan air permukaan Pegunungan Muria dinilai melanggar Undang-Undang.

"Selain penyegelan, kami juga memasang papan peringatan bahwa usaha itu ditutup," ujarnya, Rabu (8/11/2017).

Dia mengatakan pasca penyegelan tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menindaklanjuti.

"Untuk selanjutnya nanti dari pihak pemkab yang akan meneruskan pola pengelolaan sumberdaya air Muria, ada dua puluh satu titik itu," lanjutnya.

Sebelumnya, keberadaan usaha tersebut membuat resah petani setempat. Lantaran, sumber mata air yang biasa digunakan untuk pertanian mulai mengering. (bgs/bgs)