DetikNews
Senin 23 Oktober 2017, 12:24 WIB

Mengaku Paspampres, Pria Asal Pati Ini Tipu Korban di Berbagai Kota

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Mengaku Paspampres, Pria Asal Pati Ini Tipu Korban di Berbagai Kota Edi Prasojo memakai baju tahanan (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Seorang pria yang mengaku anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ditangkap polisi karena melakukan aksi tipu-tipu. Dengan dalih melakukan persiapan pengamanan pernikahan putri presiden, dia berhasil membawa kabur sejumlah ponsel dari korbannya.

Pelaku bernama Edi Prasojo melancarkan aksinya memanfaatkan acara pernikahan putri presiden, Kahiyang Ayu. Dia mendatangi empat rumah makan di Solo dan sekitarnya, lalu mengajak berkumpul di restoran Hotel Novotel pada 14 Oktober 2017.

"Saya bilang mulai tanggal 23-30 Oktober itu kan ada pengamanan di hotel, tamu-tamu mulai berdatangan. Saya minta mereka menyediakan katering untuk tamu-tamu itu," demikian pengakuan Edi saat rilis kasus di Mapolresta Surakarta, Senin (23/10/2017).

Pria yang mengaku berpangkat letnan kolonel itu meminta para korban membawa sampel makanan untuk diuji laboratorium. Pelaku juga meminjam ponsel para korban dengan alasan akan dipasangi GPS lebih mudah dipantau.

Para korban diminta menunggu di restoran selama proses pemasangan GPS. Namun Edi justru kabur membawa ponsel-ponsel itu.

Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo, mengatakan kejadian di Hotel Novotel itu bukan pertama kalinya dilakukan oleh warga Pati, Jawa Tengah itu. Sebelumnya, dia telah melancarkan aksinya di Solo sebanyak tiga kali.

"Kita sudah menerima laporan di Hotel Aston dua kali, lalu di Hotel Swiss-Belinn sekali. Kita cocokkan dari CCTV, orangnya ya ini, pakaian batiknya ya sama," ujar Ribut.

Dalam setiap aksinya, dia memanfaatkan momen-momen yang sedang ataupun akan terjadi di Solo. Selain momen pernikahan putri presiden, dia juga pernah memanfaatkan momen acara pertemuan partai politik.

"Kalau ada acara partai politik, ya dia mengaku orang partai. Korbannya tidak selalu pengusaha restoran, sebelumnya ada pengusaha tapi bukan restoran," kata dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi, mengatakan telah berkoordinasi dengan jaringan Reserse Mobile (Resmob) Nasional. Pelaku ternyata diketahui juga melakukan aksi serupa di luar Solo.

"Tanggal 19 Oktober kemarin terlacak di Bekasi, tapi setelah ditelusuri hilang. Kita bekerja sama dengan Polrestro Jakarta Barat, akhirnya ditangkap di Kebon Kacang," kata Agus.

Setidaknya tujuh ponsel berhasil dibawa kabur oleh pelaku. Pelaku dijerat Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan. Pelaku diancam hukuman penjara empat tahun.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed