DetikNews
Sabtu 21 Oktober 2017, 18:59 WIB

Bupati Pekalongan Janji Awasi Kasus Bayi Kehilangan Sekat Hidung

Robby Bernardi - detikNews
Bupati Pekalongan Janji Awasi Kasus Bayi Kehilangan Sekat Hidung Bayi Adiyatma Serkan Altaya. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Bayi Adiyatma Serkan Altaya mengalami nekrose di sekitar sekat hidung usai dirawat di RSUD Kajen masih belum mendapat tindakan lebih lanjut. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berjanji akan mengawasi penyelesaiannya kasus ini.

"Dari pemerintah akan mengawasi. Saya meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan, duduk bersama," ujar Asip saat berbincang dengan detikcom di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Sabtu (21/10/2017).

Dikatakan Asip Kholbihi, pihak keluarga korban sempat mendatangi dirinya. Namun, saat itu Asip meminta pihak rumah sakit untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dengan duduk bersama.

"Dulu pernah datang ke tempat saya (keluarga). SOP rumah sakit sudah benar, hanya saja komunikasi dengan pasien ini yang perlu ditingkatan. Saya meminta pihak rumah sakit membuka seterang-terangnya proses itu. Sebagai rasa tanggungjawab," jelas Asip.

Asip juga angkat bicara soal pernyataan Direktur RSUD Kajen, Dwi Ari Gunawan di media sosial.

"Sangat disayangkan pernyataan seperti itu, yang justru membuka masalah baru," jelasnya.

Lukman menjelaskan, dengan pernyataan tersebut, pihak RSUD Kajen seolah mengancam tidak membuka komunikasi lagi dengan pihak keluarga.

"Kan timbul masalah baru," katanya.

Pernyataan yang dimaksud Asip adalah komentar Dwi Ari di akun Facebook beberapa hari lalu.

Dwi menjawab komentar seseorang yang menyatakan bahwa keluarga bayi Adiyatma kecewa atas keputusan pihak RSUD Kajen. Keputusan RSUD Kajen dinilai menjadi bentuk lepas tanggung jawab karena disebutkan dalam perjanjian bahwa rumah sakit akan mendampingi, bukan bertanggungjawab.

"Silahkan mas Kyai Rogo kalau keluarga merasa belum clear ada jalur normatif yang bisa ditempuh, supaya jelas masalahnya. Sampai besok pagi (Rabu) tdk selesai RS tdk akan membuka komunikasi lagi. Kami anggap masalah selesai," tulis Dwi Ari di kolom komentar.

detikcom berusaha menghubungi Dwi Ari Gunawan melalui telepon, tapi belum mendapat tanggapan.

Adiyatma Serkan Altaya, bayi yang berumur 6 bulan anak pertama pasangan Ubaidiah dan Karimah warga RT 01/RW 03 Kelurahan Kedungwuni Barat, Pekalongan, harus menderita nekrose, hilangnya sekat hidung usai mendapat penanganan medis RSUD Kajen selama 31 hari.

Bayi yang lahir prematur tersebut dilakukan pemasangan alat bantu nafas yg bernama C-Pap (continuous positive airway pressure) selama 15 hari. Di saat lepas inilah ibu bayi menemukan hidung anaknya hilang sekat lubang hidung.

Berbagai upaya telah dilakukan meminta pertanggunjawaban ke pihak rumah sakit, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
(sip/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed