DetikNews
Kamis 19 Oktober 2017, 16:47 WIB

Wajahnya Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Sering Menangis Kesakitan

Ragil Ajiyanto - detikNews
Wajahnya Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Sering Menangis Kesakitan Mbah Jiyem dan Pujiati (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Kondisi Mbah Jiyem sungguh memprihantinkan. Di usia senjanya, warga Dukuh Sarimulyo RT 03 RW 01 Desa Sarimulyo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, ini menderita kanker ganas yang menggerogoti wajahnya. Dia sering menangis menahan sakit, terutama di malam hari.

"Rasanya gatel, sakit. Badan juga panas," kata Mbah Jiyem, saat ditemui di rumahnya Kamis (19/10/2017).

Penyakit tersebut telah diderita sejak sekitar 12 tahun lalu. Awalnya hanya benjolan kecil di dekat hidung sebelah kanan. Olehnya benjolan itu digaruk-garuk hingga akhirnya terus membesar.

Baca juga: Wajah Nenek Sebatang Kara di Boyolali Ini Digerogoti Kanker Ganas


Sebagian wajah Mbah Jiyem mengalami kerusakan. Bahkan, hidungnya sudah hilang. Mata kanannya juga sudah kena dan tidak bisa melihat. Sedangkan yang kirinya juga mulai terganggu. Untuk bisa melihat, kelopak mata kirinya harus dibuka menggunakan jari.

"Kalau makan hanya lewat bibir sisi kanan, sedikit-sedikit. Tetapi sudah bilang juga kalau tenggorokannya sakit. Mungkin sudah menjalar ke tenggorokan juga," kata Pujiati, keponakan yang merawat Mbah Jiyem.

Wajahnya Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Sering Menangis KesakitanMbah Jiyem di rumahnya. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Sebenarnya Jiyem masih bisa berjalan, meskipun tertatih-tatih. Namun semenjak sekitar 10 hari lalu, Pujiati melarang bibinya itu keluar rumah karena dikhawatirkan jatuh. Apalagi penglihatannya juga sudah terganggu.

Baca juga: Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas


Menurut Pujiati, karena sakitnya itu kalau malam Jiyem tidak bisa tidur. Bahkan sering menangis menahan rasa sakit di wajahnya tersebut. "Kalau malam tidak bisa tidur, sering menangis, lalu memanggil-manggil saya," ungkapnya.

Maka, Pujiati pun pindah kamar tidurnya, di dekat rumah yang ditingali Jiyem. Meski beda rumah, kamar yang ditempatinya berada persis di samping rumah Mbah Jiyem. "Jadi kalau memanggil, saya bisa mendengar. Biasanya dia memanggil sembari mengetok-ngetok dinding triplek ini," jelas dia.
(mbr/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed