DetikNews
Kamis 19 Oktober 2017, 16:29 WIB

Hoax Penggantian Kartu, Banyak Warga Antre di Kantor BPJS

Edzan Raharjo - detikNews
Hoax Penggantian Kartu, Banyak Warga Antre di Kantor BPJS Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Beberapa waktu terakhir muncul kabar yang beredar di media sosial bahwa kartu BPJS harus diganti per Oktober. Beredarnya kabar tersebut membuat masyarakat khawatir kartu yang dimilikinya tidak berlaku lagi.

Akibatnya, banyak warga mendatangi kantor BPJS untuk minta penggantian kartu. Warga pun antre untuk menggantre kartu tersebut karena khawatir kartunya tidak berlaku lagi.

"Info itu yang bikin kantor kami dua minggu terakhir ini penuh. Banyak yang antre untuk penggantian kartu," kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sleman, Janoe Teguh Prasetyo pada acara sosialisasi program JKN-KIS kepada anggota Korpri DIY, di Hotel Santika Yogyakarta, Kamis (19/10/2017).

Menurutnya hoax yang menyebar terkait pergantian kartu BPJS ke Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidaklah benar. Pergantian kartu memang sudah diberlakukan, namun penggunaan kartu lama (kartu Askes kuning) masih diperhitungkan.

"Bahwa kartu itu masih berlaku, kalaupun rusak ingin diganti, yang monggo," katanya.

Deputi Direksi BPJS wilayah Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta, Aris Jatmiko mengatakan kartu Askes yang di update adalah datanya. Tetapi kartu Askes tersebut masih berlaku.

"Karena pada saat zaman Askes dulu itu NIK nya belum seluruhnya, sehingga di master file kami belum seluruh PNS itu ada NIK," kata Aris.

Pada sosialisasi tersebut, Aris Jatmiko mengatakan Korpri merupakan peserta BPJS yang harus di edukasi dan update terkait dengan kebijakan terbaru BPJS Kesehatan. Agar peserta mendapat manfaat sesuai haknya dan sesuai prosedur yang benar. Banyak kasus yang muncul karena peserta yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku, baik karena ketidaktahuan atau lainya.
(bgs/bgs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed