DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 17:39 WIB

BNNP Jateng Ungkap Kiriman 10 Kg Ganja dalam Paket Kopi dari Aceh

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
BNNP Jateng Ungkap Kiriman 10 Kg Ganja dalam Paket Kopi dari Aceh Pengungkapan pengiriman 10 kg ganja via pos di Semarang. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggagalkan pengiriman ganja seberat 10 kilogram. Ganja tersebut disembunyikan dalam paket kopi yang dikirim via pos.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen (Polisi) Tri Agus Heru, mengatakan hari Kamis (5/10) lalu timnya mendapatkan informasi adanya pengiriman ganja dalam paket kopi lewat pos. BNNP Jateng pun segera berkoordinasi dengan pihak Kantor Pos Imam Barjo Semarang yang menjadi tujuan paket.

"Pada Jumat (6/10), Kepala Kantor Pos Imam Barjo menginformasikan bahwa paket sudah tiba di Semarang," kata Tri Agus di kantornya, Jalan Madukoro, Semarang, Kamis (12/10/2017).

Kemudian dilakukan pengintaian pengiriman paket ke lokasi tujuan pada hari Sabtu (7/10) yaitu kepada Rosdiana Ikawati di Jalan Mayjen Sutoyo nomor 83, Semarang. Lokasi tersebut ternyata tempat usaha salon dan tidak ada yang bernama Rosdiana Ikawati.

"Paket tersebut ditolak karena tidak ada orang bernama Rosdiana Ikawati di salon tersebut. Paket dibawa kembali ke kantor pos," tandasnya.

Penyelidikan tetap dilakukan hingga akhirnya pada hari Senin (9/10) ada dua pria turun dari taksi dan mengambil paket tersebut di Kantor Pos Imam Barjo Semarang. Penangkapan langsung dilakukan dan keduanya dibawa ke kantor BNNP Jateng.

Dua pria tersebut adalah Moh Saddam Husen warga Kepung, Kabupaten Kediri dan Suriyanto warga Singosari, Kabupaten Malang. Paket terdiri dari dua pack masing-masing seberat 20 kg itu dibuka dan isinya ternyata 20 bungkus kopi hitam. Ternyata di dalam tiap bungkus kopi, terdapat ganja kering masing-masing 500 gram.

"Jadi total ganja yang diselundupkan di dalam kopi tersebut setelah dilakukan penimbangan sekitar 10,86 kilogram," terang Tri Agus.

Menurut pegakuan Saddam Husen, dia diperintah melalui sambungan telepon genggam oleh penghuni lapas Porong Sidoarjo bernama Agus Santoso untuk mengambil paket ke Semarang. Saddam berangkat bersama Suriyanto dari Terminal Kediri menuju Semarang. Atas pengakuan itu, BNNP Jateng langsung berkoordinasi dengan BNNP Jatim dan Kalapas Porong.

"Rabu kemarin BNNP Jateng meluncur ke Lapas Porong untuk melaksanakan pemeriksaaan pada Agus Santoso dan menyita handphone yang digunakan (untuk berkomunikasi). Rencananya (ganja) akan dibawa ke Bali atas pesanan orang bernama Ketut," lanjut Tri Agus.

Penyelidian masih dilakukan termasuk siapa pengirimnya, karena dalam dokumen pengiriman, nama pengirim adalah Irwandi, warga Kampung Melala, Kecamatan Celala, Takengon, sedangkan pengakuan Agus Santoso ia memesan ganja kepada seseorang bernama Teuku Wan di Aceh.

"Untuk Teuku Wan dan Ketut sedang didalami dan dikoordinasikan dengan BNNP setempat," lanjut Tri Agus.
(alg/mbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed